Kudus  

Mahasiswa Berperan dalam Tanggulangi Tindak Pidana Korupsi

SIMAK: Tampak mahasiswa UMK sedang fokus mendengarkan pemaparan dari pemateri, akhir pekan lalu. (HUMAS/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Fakultas Hukum (FH) Universitas Muria Kudus (UMK) menggelar kuliah umum dengan menghadirkan Deputi Bidang Pengkajian dan Pemasyarakatan Konstitusi Sekretariat Jenderal MPR RI, Hentoro Cahyono sebagai narasumber. Kuliah umum tersebut dilaksanakan di Ruang Seminar lantai IV Gedung Rektorat UMK, akhir pekan lalu.

Bertepatan dengan Hari Antikorupsi, kuliah umum tersebut mengusung tema peran mahasiswa dalam penanggulangan tindak pidana korupsi. Rektor UMK, Prof. Dr. Ir. Darsono, M.Si memberikan pesan kepada mahasiswa FH, baik S1 ataupun S2 hendaknya mampu menyerap ilmu sebanyak-banyaknya.

Baca juga:  Meskipun Kadernya Maju, DPC Partai Gerindra Kudus Tetap Gelar Penjaringan Pilkada 2024

“Diharapkan rekan-rekan mahasiswa mampu memahami dengan baik dalam konteks diskusi ini. Mengingat di masa depan rekan-rekan mahasiswa inilah yang kelak akan menjadi pemangku kepentingan di negara ini,” tuturnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Pengkajian dan Pemasyarakatan Konstitusi Sekretariat Jenderal MPR RI, Hentoro Cahyono menyampaikan, terdapat dua faktor penyebab korupsi. Yakni faktor internal dan factor eksternal.

“Faktor internal ini menjadi penyebab korupsi yang datang dari diri sendiri. Sedangkan faktor eksternal merupakan faktor penyebab terjadinya korupsi karena sebab-sebab dari luar,” jelasnya.

Oleh sebab itu, diperlukan strategi pemberantasan korupsi. Salah satunya melalui perbaikan sistem. Pasalnya, sistem yang baik dapat meminimalisir terjadinya tindak pidana korupsi.

Baca juga:  Penjual Souvenir Haji Buka Lapak di JHK Kudus

Hentoro menegaskan, agar tidak bisa melakukan korupsi, dibutuhkan tindakan preventif. Dengan cara memberikan edukasi pembelajaran Pendidikan antikorupsi. Tujuannya, untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai dampak korupsi.

“Kita juga dapat mengajak masyarakat untuk terlibat dalam Gerakan pemberantasan korupsi, serta membangun perilaku dan budaya antikorupsi, tidak hanya bagi mahasiswa dan masyarakat umum, tetapi juga anak usia dini,” pungkasnya. (adm/fat)