Purbalingga Business Forum Diharapkan Menumbuhkan Optimisme Berinvestasi

Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi
Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi. (HUMAS/JOGLO JATENG)

PURBALINGGA, Joglo Jateng – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Purbalingga menyelenggarakan Purbalingga Business Forum bertajuk “Menumbuhkan Optimisme Berinvestasi di Kabupaten Purbalingga”. Kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk kegiatan promosi penanaman modal yang berisi tentang penyebaran informasi mengenai potensi, peluang, serta iklim penanaman modal di Kabupaten Purbalingga.

“Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah tersampaikannya informasi mengenai program-program Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purbalingga, terjalinnya komunikasi yang baik antara Pemkab Purbalingga dengan para pemangku kepentingan penanaman modal, sehingga investasi berkelanjutan dan inklusif untuk pemulihan ekonomi,” kata Kepala DPMPTSP Purbalingga Muchammad Umar Faozi.

Selain itu, kegiatan ini juga sebagai sarana untuk menampung aspirasi dan keinginan pemangku kepentingan penanaman modal di Purbalingga. Serta untuk meningkatkan realisasi investasi dan memperkuat partisipasi terhadap UMKM di Purbalingga, sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi.

Sementara itu, Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi menyampaikan, Pemkab Purbalingga terus berupaya untuk menjadi kabupaten yang pro investasi. “Kami menginstruksikan seluruh OPD, khususnya OPD yang berkaitan dengan masalah perizinan agar membantu untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif. Sehingga investasi akan bisa masuk dengan mudah di Kabupaten Purbalingga,” ungkapnya.

Ia berharap, pertumbuhan ekonomi di Purbalingga juga semakin meningkat. Dengan demikian, kesejahteraan masyarakat Purbalingga juga diharapkan akan semakin meningkat.

Bupati Tiwi menambahkan, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Purbalingga pasca pandemi Covid-19 terus menunjukkan tren positif. Saat pandemi Covid-19 pada 2020, angka pertumbuhan ekonomi Purbalingga berada pada angka -1,29%.

“Jadi dari tahun 2021 dan 2022 ini ada peningkatan pertumbuhan ekonomi kita dari awalnya -1,29% (2020). Alhamdulillah, mulai tahun 2021 pertumbuhan ekonomi kita dari angka minus ini berangsur-angsur positif menjadi 3,19%. Terakhir di tahun 2022, angka pertumbuhan ekonomi kita berada di angka 5,41%. Angka pertumbuhan ekonomi ini termasuk angka pertumbuhan ekonomi yang ada di atas rata-rata Provinsi Jawa Tengah,” jelasnya. (hms/abd)