Kudus  

Bank Sampah Muria Berseri Kudus Raih Penghargaan Bergengsi

TERIMA: Ketua BSMB Kudus, Diana Kristowati ketika menerima piagam penghargaan dalam ajang bank sampah, beberapa waktu lalu. (HUMAS/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Bank Sampah Muria Berseri (BSMB) Kabupaten Kudus, menerima penghargaan bergengsi. Mereka mendapatkan apresiasi dari Gubernur Jawa Barat, Kementerian Lingkungan Hidup, BUMN, dan Direktur Jaringan Operasional Pegadaian.

Penghargaan tersebut diberikan atas pencapaian bank sampah ini dalam kategori gramasi terbanyak dan hasil tabungan terbesar. Hal ini ditunjukkan dari adanya peningkatan yang signifikan setiap tahunnya. Baik dari segi hasil tabungan maupun jumlah nasabah.

Ketua BSMB Kudus, Diana Kristowati mengungkapkan, penilaian ini mencakup kriteria seperti sistem yang diterapkan. Seperti, pertambahan jumlah nasabah, jumlah uang atau penjualan terbanyak, serta evaluasi terhadap pengurus sistem aplikasi dan administrasi.

Baca juga:  Eks Sekdes Cendono Ditetapkan Tersangka

“Alhamdulillah, BSMB Kudus berhasil meraih hadiah senilai Rp 25 juta. Dana tersebut akan digunakan untuk studi banding bank sampah dan penambahan sarana,” ungkapnya.

Pihaknya menyebut, tahun sebelumnya, sebagian dana digunakan untuk perluasan gudang di samping dan belakang. Sedangkan tahun ini, alokasi dana tambahan diserahkan untuk pembelian kipas angin, serta sebagian akan dialokasikan kepada nasabah bank sampah.

“Terpenting, sebagian hadiah tersebut akan kami alokasikan kepada nasabah bank sampah. Hal ini dikarenakan komitmen nasabah merupakan prioritas kami dalam memupuk semangat bank sampah,” imbuhnya.

Baca juga:  Desa Ngembal Kulon Kudus Raih Status Desa Mandiri, Berkat Partisipasi Aktif Masyarakat

Hingga saat ini, jumlah nasabah BSMB Kudus telah mencapai 354 nasabah yang telah tersebar lintas kabupaten. Termasuk Nalumsari, Jepara. Pihaknya gencar melaksanakan ekspansi ke berbagai wilayah agar permasalahan sampah di Kabupaten Kudus dapat ditangani dengan tepat.

”Harapannya agar pengelolaan sampah di Kabupaten Kudus, terutama di lingkungan sekolah Adiwiyata, dapat meningkat. Apabila lebih banyak sekolah yang mengadopsi kebiasaan menabung sampah, maka sampah residu yang dihasilkan akan dapat berkurang,” pungkasnya. (cr11/fat)