Seni Kolase dari Kalender Bekas

Oleh: Murini, S.Pd
Guru SD N 05 Loning, Kec. Petarukan, Kab. Pemalang

KOLASE menjadi karya seni yang sangat menarik untuk dijadikan pajangan dinding di ruangan kelas. Kolase sendiri merupakan karya dua dimensi yang mengandung estetika unik. Namun pembelajaran tentang seni ini kurang di perhatikan oleh masyarakat, juga dikatakan hal yang sulit bagi anak–anak.

Selamat Idulfitri 2024

Sebenarnya kolase itu hal yang sangat menyenangkan bagi peserta didik. Selain itu juga sebenarnya kolase itu merupakan pembelajaran yang mempunyai makna dan sebuah gambaran yang mempunyai seni keindahan tersendiri. Banyak nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

Seni kolase dapat melatih anak–anak untuk berinsipirasi dan berkarya. Dalam pembelajaran Kurikulum Merdeka peserta didik bebas berinspirasi, merdeka untuk menciptakan ide kreasi hasil karya. Anak–anak bebas menyalurkan inspirasi ide–ide pemikiran yang disukai, melatih kesabaran, melatih keterampilan, dan menunjukan sikap kreatif.

Baca juga:  Pengaruh Pendidikan Orang Tua terhadap Minat Menyekolahkan Anak

Menurut Torrance (1981), kreativitas adalah proses kemampuan individu untuk memahami kesenjangan-kesenjangan atau hambatan-hambatan dalam hidupnya. Kemudian merumuskan hipotesis-hipotesis baru dan mengkomunikasikan hasil-hasilnya, serta sedapat mungkin memodifikasi dan menguji hipotesis-hipotesis yang telah dirumuskan.

Dalam pembelajaran kelas 1, seni kolase yang saya terapkan adalah seni kolase menempel dengan bahan kertas warna dan dari kalender bekas yang sudah tidak terpakai. Perpaduan kolase ini sangat disukai oleh anak–anak karena dari segi estetik sangat indah dan menarik.

Pada hakikatnya, menempatkan seni kreativitas kolase yang di terapkan dalam pembelajaran di kelas yang diambil dari bahan bekas yang sudah tidak terpakai merupakan bentuk ide pemikiran yang menunjang kreativitas anak–anak dalam melatih pemanfaatan daur ulang sampah. Sehingga nantinya sampah bisa dijadikan manfaat menjadi barang jadi.

Baca juga:  Implementasi Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa

Penerapan pembelajaran kolase dari kertas warna dan kalender bekas sangat mudah dipadukan untuk anak. Kalender bekas sebagai dasar pemasangan di dinding, sedangkan kertas warna itu dipotong kecil–kecil membentuk persegi. Sementara papan kalender di gambar bentuk –bentuk gambar yang anak–anak sukai. Setelah itu hasil potongan–potongan persegi sesuai warna gambar ditempelkan di gambar dinding kalender.

Secara berkelompok anak–anak mengerjakan dengan teknik menempel. Kolase yang di buat anak–anak menciptakan pemandangan yang menarik ketika di pasang di dinding kelas dan juga sangat menginsipirasi ruangan untuk menjadikan acuan kesemangatan siswa di dalam belajar sehari-hari.

Baca juga:  Implementasi Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa

Pembelajaran dengan menemukan hal yang baru dan berkreativitas dengan hasil karya baru akan menghasilkan peningkatan pada siswa dalam mengembangkan bakat mereka. Peningkatan mutu di sekolah di dalam pengembangan seni di sekolah adalah salah satu bentuk kreativitas di dalam menghasilkan suatu produk atau metode penyelesaian masalah yang bersifat inovatif. (*)