Tumbuhkan Mood Pembelajaran Matematika dengan Petuah Kecil

Oleh: Puji Astuti
Guru MTsN 3 Kebumen

TIDAK semua siswa datang ke sekolah bebas dari masalah, baik dari diri, keluarga, maupun lingkungan. Masalah yang ada pada siswa menjadikan tidak konsentrasi dalam mengikuti pembelajaran di kelas. Hal ini mengakibatkan kegiatan pembelajaran tidak maksimal baik hasil maupun proses.

Selamat Idulfitri 2024

Tugas guru sesuai UU No 22 tahun 20005 tentang UU Guru dan Dosen tidak hanya mengajar, akan tetapi juga mendidik. Guru membiming dan mendidik siswa agar mempunyai karakter, kreatif, dan memiliki kemandirian. Sehingga mendidik lebih dekat dengan transfer of value (Najib Sulhan, 2016:36).

Belajar akan lebih maksimal jika kondisi peserta didik dalam keadaan tidak banyak masalah dan siap menuntut ilmu. Disinilah tugas guru dalam menyiapkan kondisi peserta didik sebelum atau pada saat menerima pembelajaran.

Pembelajaran adalah usaha mengelola lingkungan belajar dengan sengaja agar seseorang membentuk diri secara positif tertentu dalam kondisi positif tertentu. Sehingga pembelajaran lebih fokus pada bagaimana membelajarkan orang, bukan pada apa yang dipelajari (Dina Gasong, 2018:65).

Baca juga:  Implementasi Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa

Matematika adalah suatu pembelajaran penting yang harus diberikan pada peserta didik dari mulai sekolah dasar. Tujuannya untuk melengkapi kemahiran atau kemampuan peserta didik dalam berhitung mengolah data

Rahmah Nur (2012:10) menyatakan bahwa matematika merupakan ilmu tentang bilangan dan ruang. Matematika merupakan bahasa simbol.
Sehingga dalam memahami matematika peserta didik mengolah bahasa abstrak menjadi konkret. Untuk itu, diperlukan konsentrasi dan keseriusan dalam mengikuti pembelajaran matematika di kelas. Konsentrasi dan keseriusan peserta didik dapat dilakukan jika anak mampu mengendalikan emosi dirinya untuk bisa terlibat serius selama proses pembelajaran di kelas.

Pembelajaran yang berkualitas sangat tergantung dari motivasi kreativitas pengajar. Pembelajaran yang memiliki motivasi tinggi ditunjang fasilitas yang membawa keberhasilan dalam pencapaian target belajar.

Baca juga:  Pengaruh Pendidikan Orang Tua terhadap Minat Menyekolahkan Anak

Guru yang mempunyai tugas membimbing dan mendidik siswa, dituntut untuk mampu menciptakan pembelajaran yang berkualitas. Sehingga pembelajaran yang berlangsung mampu menciptakan motivasi dan semangat tinggi dalam pencapaian target belajar peserta didik.

Oleh karena itu, guru matematika berinisiatif memberikan selingan pembelajaran dengan menyampaikan wejangan (petuah kecil) yang setiap saat ada keterkaitan dengan pengamatan sikap peserta didik dalam mengikuti pembelajaran matematika kelas VII di MTs Negeri 3 Kebumen. Dalam menumbuhkan mood selama proses pembelajaran, guru memberikan petuah kecil yang berhubungan dengan sikap yang ditimbulkan peserta didik.

Petuah kecil diberikan beberapa saat saja sebagai bentuk selingan pembelajaran. Sehingga mampu mengalihkan masalah yang di bawa peserta didik untuk bisa terlibat aktif dalam proses pembelajaran.

Baca juga:  Implementasi Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa

Manfaat dari pemberian petuah/wejangan kecil dalam pembelajaran adalah sebagai selingan pembelajaran. Sehingga setelah pemberian petuah/wejangan dari guru, peserta didik akan tumbuh mood belajar dan mempunyai perhatian lebih dalam memperhatikan pelajaran matematika.

Dengan tumbuhnya mood belajar, maka akan muncul keseriusan dan kesungguhan dari peserta didik dalam mengikuti pembelajaran. Dengan demikian, mereka akan dapat menyerap ilmu dengan baik, dan diharapkan dapat meningkatkan pemahaman belajar dengan baik.

Dengan menerapkan selingan belajar berupa pemberian petuah ini, siswa mampu menumbuhkan mood mereka. Hal ini nampak dari keseriusan peserta didik dalam mengikuti pembelajaran, dari tidak serius menjadi serius. Peserta didik sudah dapat mengendalikan masalah diri, keluarga, maupun lingkungan yang ada. Sehingga terjadi pembelajaran yang interaktif, komunikasi aktif yang berkesinambungan selama proses pembelajaran di kelas, dan hasil belajar yang didapatkan bisa maksimal. (*)