Jepara  

Unisnu Jepara Diskusikan Ancaman AI di Industri Media

SUASANA: Tampak salah satu pengisi diskusi memberikan pemaparannya terkait dengan AI di Auditorium Perpustakaan Unisnu Jepara, Rabu (20/12/23). (MUHAMMAD AGUNG PRAYOGA/JOGLO JATENG)

JEPARA, Joglo Jateng – Civitas Akademik Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara membahas tentang Artificial Inteligence (AI). Sebab berpotensi ancam eksistensi industri media. Khususnya di bidang Desain Komunikasi Visual (DKV).

Sehingga, digelar Diskusi bertemakan ‘AI Unleashed’ di Auditorium Perpustakaan Unisnu Jepara. Pengisi kegiatan itu adalah Dosen DKV Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata Semarang, Peter Ardhianto.

Di sana, dialektika pun terjadi. Pendapat pro dan kontra ihwal meluncurnya AI, seperti Bing, Open AI, Chat GPT dan sebagainya muncul. Dari mahasiswa Unisnu sendiri maupun peserta lintas daerah, ada Kabupaten Batang, Kudus, bahkan siswa SMA.

Baca juga:  Diskominfo Jepara Dorong Semua Desa Segera Bentuk PPID

Adapun, bagi Peter Ardhianto, AI tidak lebih daripada manusia. Alasannya, AI yang notabene mesin membutuhkan data dari manusia untuk menghasilkan gambar sampai informasi yang dibutuhkan pengguna.

“AI tidak bisa secara penuh menggantikan pekerjaan manusia. Jika big data itu tidak mengalami pembaruan atau dalam hal ini kreatifitas manusia, AI akan membosankan,” papar Peter kepada Joglo Jateng, Rabu (20/12/23).

Sementara itu, Dosen DKV Unisnu Jepara sekaligus Ketua Panitia, Tristan Alfian menyampaikan. Sebagai elemen akademisi mesti merespon secara cepat terkait pembaruan di dunia media.

Baca juga:  Bertekad Raih Penghargaan WTN, Pj Bupati Minta Pelayanan Transportasi Ditingkatkan

Bagi dia, AI berpotensi menimbulkan dampak buruk, berupa ketergantungan karena bersifat praktis. Sehingga, sebagai mahasiswa Unisnu diharap terus memacu pembelajaran agar inovasi dalam pikiran melampaui AI.

Berangkat dari hal tersebut, mata kuliah di DKV Unisnu akan mencoba mengalami perubahan kurikulum. Sebagaimana kampanye Kementerian Pendidikan, yakni Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka (MBKM).

“Kepada para mahasiswa diharap memang belajar dengan tekun. Perubahan-perubahan di industri teknokogi ini, menghadirkan AI di tengah-tengah kita. Tergantung kita juga, apakah dengan AI semakin baik atau tidak,” pungkasnya. (cr2/fat)