KPU Banyumas Gelar Simulasi Pemungutan Suara di TPS

UJI COBA: Salah seorang penyandang disabilitas dengan didampingi istrinya mengikuti simulasi pemungutan dan penghitungan suara di halaman Balai Desa Sidabowa, Patikraja, Banyumas, beberapa waktu lalu. (ANTARA/JOGLO JATENG)

BANYUMAS, Joglo Jateng – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Banyumas menggelar simulasi pemungutan dan penghitungan suara Pemilu 2024 di tempat pemungutan suara (TPS), beberapa waktu lalu. Simulasi yang digelar di halaman Balai Desa Sidabowa, Kecamatan Patikraja itu melibatkan 296 orang warga setempat yang terdaftar sebagai pemilih di TPS 12.

Anggota KPU Kabupaten Banyumas Divisi Teknis Penyelenggaraan Sidiq Fathoni mengatakan, simulasi tersebut untuk mengetahui berapa lama waktu pemungutan suara. Mulai dari pemilih mendaftar di TPS, kemudian mendapatkan surat suara, masuk ke bilik suara, memasukkan surat suara ke kotak suara, hingga memasukkan jari ke dalam botol tinta.

Dalam hal ini, KPU ingin mengetahui estimasi waktu pemungutan suara secara riil di lapangan sehingga jika ada kekurangan dapat segera diketahui dan selanjutnya diperbaiki. “Simulasi ini riil ya. Artinya, dengan jumlah pemilih sebanyak 296 orang sudah termasuk untuk pemilih DPTb (Daftar Pemilih Tambahan) dan pemilih DPK (Daftar Pemilih Khusus) dan ini lebih dari 230 orang adalah pemilih asli dari TPS 12, asli dari Sidabowa,” katanya.

Menurut dia, simulasi pemungutan suara ini dibuat secara nyata sesuai kondisi aslinya dan tidak ada yang dibuat-buat. Oleh karena itu, KPU Banyumas dalam menggelar simulasi pemilu juga melibatkan pemilih yang berasal dari kalangan disabilitas.

“Kami juga bekerja sama dengan Dinas Sosial untuk menghadirkan teman-teman disabilitas. Tentunya dari TPS ini juga ada yang disabilitas dan kami hadirkan semuanya,” kata Thoni.

Kendati belum diketahui secara pasti estimasi waktu pemungutan dan penghitungan suara, dia mengatakan estimasi waktu sementara untuk proses pemungutan suara bagi pemilih yang sudah lanjut usia berkisar 8-10 menit per orang. Sementara untuk penghitungan perolehan suara, dalam simulasi tersebut nantinya hanya surat suara presiden dan wakil presiden serta surat suara DPR RI. (ara/abd)