Dinkes Kota Yogyakarta Buka Tiga Posko Kesehatan Selama Nataru

SIAGA: Kepala Dinkes Emma Rahmi Aryani saat mengujungi Posko Kesehatan di Titik 0 Kilometer Yogyakarta, Kamis (28/12/23). (ISTIMEWA/JOGLO JOGJA)

KOTA, Joglo Jogja – Dalam upaya mewujudkan komitmen Kota Yogyakarta menjaga keamanan dan kenyamanan wisatawan selama liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Yogyakarta membuka tiga Posko Kesehatan. Posko itu terletak di Tugu Pal Putih, area parkiran Abu Bakar Ali (ABA), dan Titik 0 Kilometer.

Kepala Dinkes Kota Yogyakarta Emma Rahmi Aryani mengatakan, dengan adanya posko kesehatan di beberapa titik itu, di maksudkan untuk menunjang kesehatan wisatawan. Sehingga, kenyamanan dan kemanan wisatawan akan terjamin selama liburan di Kota Yogyakarta.

Baca juga:  Harlah ke-101 Jadi Tonggak Kemajuan Pendidikan NU

“Untuk Posko ABA kita posisikan sebagai pengampu PSC 119 YES, dengan pengaturan jadwal dari Puskesmas dan rumah sakit di Kota Yogyakarta secara bergantian yang beroperasi dari 22 Desember sampai 1 Januari 2024. Sedangkan Posko Kesehatan di Titik Nol dan Tugu Pal Putih aktif pada 24-26 Desember 2023 dan 31 Desember 2023 sampai 1 Januari 2024,” terangnya di Posko Kesehatan Titik 0 Kilometer Yogyakarta, Kamis (28/12/23).

Ia menambahkan, meskipun saat ini di Kota Yogyakarta ada kenaikan kusus Covid-19 dengan kategori resiko transmisi rendah, namun diperlukan edukasi, promosi, dan  advokasi secara masif. Hal itu agar Covid-19 saat libur Nataru tak terjadi lonjakan dan dapat terkendali.

Baca juga:  Gencarkan Literasi untuk Anak-anak

“Saya kembali mengingatkan masyarakat dan wisatawan yang ada di Kota Yogyakarta untuk berperilaku hidup bersih dan sehat, menggunakan masker, tidak bepergiaan jika sedang sakit dengan gejala demam, flu, batuk, pilek dan lainnnya. Disarankan istirahat dan pemulihan serta tidak menularkan pada orang lain,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan Pengendalian Penyakit dan Pengelolaan Data dan Sistem Informasi Kesehatan Dinkes Kota Yogyakarta Lana Unwanah menambahkan, posko kesehatan itu digunakan kegawat daruratan yang sifatnya ringan atau mudah untuk ditangani. Namun, jika ada yang membutuhkan penangan lebih lanjut, pasien akan dirujuk ke puskesmas atau rumah sakit terdekat.

Baca juga:  Dispar Bantul Rencanakan Penambahan TPR Pansela dan Kenaikan Tarif Retribusi

“Setiap harinya posko diperkuat oleh tenaga kesehatan dokter, perawat dan crew ambulans yang berasal dari fasilitas layanan kesehatan (fasyankes) di Kota Yogyakarta. Sampai saat ini yang datang kesini karena kelelahan, setelah melakukan perjalanan panjang, merasa mual dan pusing, serta kecelakaan kecil seperti jatuh dan keseleo atau luka ringan,” pungkasnya. (riz/all)