Kudus  

BPBD Kudus Usulkan 8 Rumah untuk Korban Bencana

Pemukiman: tampak penampakan rumah yang telah dibangun beberapa waktu lalu. (ADAM NAUFALDO/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus pada 2024 ini telah mengusulkan delapan rumah korban bencana untuk warga Kabupaten Kudus. Penetapan usulan dilakukan oleh Diserakim Provinsi Jawa Tengah yang rencananya di awal 2024 menunggu pengesahan DPA APBD Jateng.

Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus, Syarif Hidayah menyampaikan, untuk 2024 sudah mengusulkan 8 unit rumah korban bencana ke Disperakim Jateng. Untuk itu, pihaknya bersama tim sudah melakukan validasi sesuai lokasi yang diusulkan pada November 2023 lalu.

“Kami sudah melakukan validasi lapangan bulan kemarin. Tapi untuk desk-nya menunggu rencana desk bulan Februari 2024” ungkapnya kepada Joglo Jateng.

Baca juga:  Lembaga Jerami Kudus Minta Pelajar Naik Level

Ia optimis, jika usulan BPBD Kudus diterima dan dapat dibantu. Untuk anggaran yang berasal dari Pemprov Jawa Tengah ini telah ditingkatkan menjadi Rp 60 juta satu rumahnya. Usulan delapan rumah ada di wilayah Desa Karangrowo, Kecamatan Undaan dan Desa Setrokalangan, Kecamatan Kaliwungu.

“Kami optimis 8 unit rumah itu diterima untuk dibantu. Yang mana rumah tersebut terdampak bencana. Untuk penerima yg diusulkan itu dua di Desa Karangrowo dan 6 di Desa Setrokalangan,” terangnya.

Disisi lain, kata Syarif, untuk 2023 ini program SinergiKU ke-2 merupakan kegiatan pembangunan rumah baru bagi korban bencana sebanyak 4 unit. Sedangkan, rehabilitasi rumah korban bencana sebanyak 18 unit pengerjaan yang sudah selesai.

Baca juga:  HPN 2024, Media Diminta Perkuat Independensi

“Ada juga beberapa penghuni yang ingin menambah ruangan (seadanya penerima) progresnya pun sudah selesai. Untuk rehabilitasi rumah korban bencana dapat bantuan anggaran Rp 12 juta dan anggaran upah padat karya (upah tukang) Rp 1,8 juta perunit,” tandasnya.

Sementara untuk progres fisik telah mencapai 100 persen. Intinya semua rumah sudah diperbaiki dan administrasinya selesai.

Sedangkan untuk pembangunan baru rumah korban bencana ada 4 unit dengan bantuan anggaran material Rp 50 juta dan bantuan upah padat karya (upah tukang) sebesar Rp 1,8 juta perunit. Sedangkan wilayah penerimanya, ada di Desa Ngemplak, Golan Tepus, Desa Hadipolo, dan Rahtawu.

Baca juga:  Mahasiswa Kudus Gelar Penggalangan Dana dan Konser Amal untuk Korban Banjir Demak

“Untuk keseluruhan sanggup melakukan swadaya dengan kemampuan berbeda tiap penerimanya. Ada rumahnya yang dibongkar total dijadikan satu rumah karena kuat swadayanya. Ada yang perbaikannya menyesuaikan dengan jumlah kemampuan swadaya,” pungkasnya. (adm/fat)