TK PG Rendeng Ajak Anak Bercerita Lewat Media Belajar

GEMBIRA: Nampak kegembiraan di wajah siswa-siswi TK PG Rendeng saat memasuki hari pertama usai liburan semester, Selasa (2/1/24). (UMI ZAKIATUN NAFIS/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Dalam rangka menutup semester ganjil dan menyambut semester genap di 2024, TK PG Rendeng gencar melakukan kegiatan yang memfasilitasi siswa untuk tetap aktif. Diantaranya mengajak anak mendiskusikan konsep pembelajaran mendatang. Hingga bercerita masa liburan melalui media pembelajaran unik.

Kepala TK PG Rendeng, Erny Susanti menjelaskan, dengan metode belajar merdeka, anak-anak bebas menyampaikan pendapat dan bercerita. Hal ini, bertujuan untuk mengetahui kondisi anak usai 2 minggu masa liburan.

“Hari ini kegiatan kami adalah mengajak anak untuk bercerita kegiatan libur semester. Sebelum membuat kreasi, anak-anak kami berikan pancingan pertanyaan dahulu mengenai kegiatan liburan,” jelasnya kepada Joglo Jateng, Selasa (2/1/24).

Baca juga:  Pemdes Gondangmanis Peringati Haul Raden Mas Datuk Singoproyo

Tak hanya bercerita via lisan, mereka juga diajak berkreasi kegiatan liburan melalui media belajar. Seperti balok, manik-manik, gelar plastik, lego.

“Jadi setelah mereka membuat gambaran tentang kegiatan yang dilakukan dengan media ajar. Mereka kemudian menggambar. Jadi ada yang mengkreasikan kolam renang, rumah nenek, pantai, dan imajinasi menarik lainnya,” imbuh Erny.

Pada hari pertama pembelajaran kemarin, anak didik difokuskan pada cerita liburan dan kegiatan anak selama liburan. Erny menilai anak-anak nampak antusias dalam bercerita dan mempresentasikan kreasi gambaran liburan mereka.

“Anak-anak itu unik. Mereka tidak hanya merasa senang saat liburan tetapi ternyata  mereka juga merasa kangen sekolah. Bisa bertemu guru dan teman-temannya. Maka kita wadahi mereka untuk teteap berkreasi di hari pertama berangkat,” sambungnya.

Baca juga:  SD 2 Burikan Persiapkan MPLS untuk Peserta Didik Baru

Erny mengaku selalu menyiapkan tiga media pembelajaran pemetaan lingkungan. Baik berbentuk media balok, biji-bijian dan media kertas menggambar. Dengan adanya variasi ini, anak-anak akan lebih bisa banyak mengeksplore.

“Anak anak boleh memakai beragam media. Sehingga dari hal ini terciptalah anak yang berpikir kritis dan imajinatif. Tentunya bisa meningkatkan analisis literasi dan numerasi mereka,” ungkapnya

Dalam membentuk jiwa literasi, Erny mengajak siswanya untuk memilih buku cerita yang mereka suka. Untuk dibaca di sekolahan dan diperdengarkan bersama orang tua di rumah.

“Kami menginginkan anak-anak tidak hanya bisa membaca tetapi gemar membaca. Upayanya sudah kami biasakan literasi berbasis bermain. Tanpa drilling. Bener bener anak yang ingin. Tidak ada paksaan,” ujarnya.

Baca juga:  SMP Agustinus Semarang Siap Tampung Siswa yang tak Lolos di Sekolah Negeri

Erny ingin, anak-anak selalu mendambakan masa sekolah mereka. Maka, kata dia, guru juga nembuka ruang diskusi untuk anak tentang rencana pembelajaran ke depan. Sebab ia juga ingin mengajak anak-anak menyampaikan keinginan mereka guna belajar berpendapat dan berkomunikasi dengan baik.

Ke depan, pihaknya akan fokus pada capaian pembelajaran siswa. Bukan hanya terpacu pada topik tetapi juga lebih detail menganalisis proses belajar anak.

“Targetnya mendapatkan lulusan anak yang sesuai dengan kriteria profil pembelajaran pancasila. Bisa ter-cover dengan baik maksimal literasi numerasi sains,” pungkasnya. (cr8/fat)