Self Confidence Tingkatkan Prestasi Belajar Matematika

Oleh: Indrati Rahayu, M.Pd
Guru Matematika SMAN 4 Semarang

SELF confidence atau percaya diri adalah sikap percaya dan yakin akan kemampuan yang dimilikinya, yang dapat membantu seseorang untuk memandang dirinya dengan positif dan realitis. Sehingga ia mampu bersosialisasi secara baik dengan orang lain. Dalam proses pembelajaran, self confidence merupakan salah satu faktor intern pendukung keberhasilan siswa akan potensi yang dimilikinya.

Kepercayaan diri sangat berpengaruh dalam menentukan keberhasilan siswa di kehidupannya. Jika seseorang yang memiliki percaya diri yang baik maka dia memiliki keyakinan dan selalu berusaha mengembangkan potensi diri secara maksimal serta menunjukkan yang terbaik dari dirinya dibuktikan dengan sebuah prestasi.

Sebaliknya, siswa yang kepercayaan dirinya kurang baik, mereka tidak mampu mengembangkan minat, bakat dan potensi yang ada dalam dirinya. Juga tidak mampu mengaktualisasikan diri dengan maksimal, serta bersifat pasif.

Gilmer (dalam Rachmahana, 2003) mengemukakan bahwa percaya diri berkembang melalui pemahaman diri, dan berhubungan dengan kemampuan bagaimana seorang belajar menyelesaikan tugas-tugasnya. Percaya diri secara bahasa menurut Vandenbos adalah percaya pada kapasitas kemampuan diri dan terlihat sebagai kepribadian yang positif. Sedangkan Lauster (dalam Ghufron, 2012) mendefenisikan percaya diri diperoleh dari pengalaman hidup.

Baca juga:  Guru Bangun Kepercayaan Diri pada Siswa Korban Bullying

Percaya diri merupakan salah satu aspek kepribadian yang berupa keyakinan akan kemampuan diri seseorang. Sehingga tidak terpengaruh oleh orang lain dan dapat betindak sesuai kehendak, gembira, optimis, cukup toleran, dan bertanggung jawab. Rini (dalam Yusnita, 2010) menyatakan bahwa percaya diri adalah sikap positif individu yang memampukan dirinya untuk mengembangkan penilaian positif. Baik terhadap diri sendiri maupun terhadap lingkungan atau situasi yang dihadapi.

Berdasarkan pendapat para ahli di atas dapat disimpulkan bahwa percaya diri atau self confidence merupakan keyakinan untuk melakukan sesuatu pada diri subjek sebagai karakteristik pribadi. Di dalamnya terdapat keyakinan akan kemampuan diri, optimis, objektif, bertanggung jawab, rasional, dan realistis.

Baca juga:  Guru Bangun Kepercayaan Diri pada Siswa Korban Bullying

Percaya diri menjadi kebutuhan diri yang paling penting untuk berinteraksi dengan orang lain dan menyesuaikan diri dengan lingkungan sosialnya. Percaya diri bukan merupakan sesuatu yang sifatnya bawaan, melainkan terbentuk dari hasil interaksi dengan lingkungannya.

Berdasarkan pengamatan penulis, siswa kelas XII MIPA5 tahun 2023/2024 mempunyai rasa percaya diri yang masih kurang. Hal ini terlihat pada saat siswa diberikan permasalahan maka hanya beberapa siswa yang berani menyampaikan jawaban atau mempresentasikan hasil kerjanya.

Metode diskusi yang dipadukan tutor sebaya merupakan suatu terobosan yang dapat membangun rasa percaya diri. Selain itu metode–metode ini dapat meningkatkan kerja sama yang kuat. Siswa akan ada saling bertukar pikiran baik dalam kelompok kecil maupun kelompok besar dengan tujuan mendapat pengetahuan, kesepakatan, maupun keputusan dari masalah yang ada. Suasana kelas menjadi lebih kompetitif dan menyenangkan, peserta didik menjadi aktif dalam pembelajaran, terlatih untuk berpikir kritis, sistematis, dan mencari solusi.

Baca juga:  Guru Bangun Kepercayaan Diri pada Siswa Korban Bullying

Statistika adalah ilmu yang mempelajari semua hal tentang data. Mulai pengumpulan, penyajian, analisis, sampai terbentuk suatu kesimpulan. Statistika merupakan ilmu yang harus dikuasai karena everything need statistics.

Olah data statistik menjadi aspek penting dalam berbagai industri untuk membutuhkan perhitungan tepat dari berbagai jenis data. Terutama bidang data science yang merupakan salah satu materi matematika wajib maupun peminatan yang dipelajari pada kelas XII MIPA. Materi ini tergolong materi dengan kompleksitas tinggi.

Lalu bagaimanakah upaya agar pembelajaran lebih optimal? Disini penulis menerapkan metode–metode tersebut untuk meningkatkan rasa percaya diri. Sebagai motivasi, penulis juga akan memberikan reward berupa poin nilai bagi yang mempresentasikan atau menjelaskan hasil kerjanya dan menjawab jika ada pertanyaan–pertanyaan dari siswa yang lain. (*)