Pati  

Jalan Juwana-Jetak Rusak Parah, Warga Geram

MEMPRIHATINKAN: Nampak pengendara sedang melintasi jalan Juwana-Jetak yang rusak parah, Kamis (4/1/24). (LUTHFI MAJID/JOGLO JATENG)

PATI, Joglo Jateng – Ruas jalan Juwana-Jetak, Kabupaten Pati mengalami kerusakan yang cukup parah. Khususnya yang berada di Dukuh Megulung, Desa Sidoharjo, Kecamatan Wedarijaksa.

Kerusakan ruas jalan tersebut disinyalir menjadi penyebab terjadinya kecelakaan. Warga sekitar pun geram melihat kondisi jalan yang berlubang.

Seperti aksi yang dilakukan oleh seorang emak-emak memasang sebuah papan peringatan jalan rusak. Aksi yang terekam itu pun ramai beredar di media sosial.

Emak-emak yang viral itu diketahui bernama Linda (45), Warga Sidoharjo, Wedarijaksa, Pati. Saat ditemui ia mengaku kesal dengan pemerintah karena tak segera memperbaiki kerusakan jalan tersebut.

Baca juga:  Terkait Jabatan Pj Bupati, DPRD Pati Belum Dapat Petunjuk dari Pusat

“Bukannya kita kemarin sok pinter, tapi emang tiap hari ada korban. Pemerintah gak ono sing ngopeni iki pye (pemerintah tidak mau mengurusi ini gimana),” keluh dia.

Linda menyebut, kerusakan jalan penghubung antar kecamatan itu sudah berlangsung lama. Akibatnya, kecelakaan tak terhindarkan setiap harinya.

“Tiap hari ada korban. Satu korban minimal. Bahkan ada korban yang kakinya sampai patah. Tadi pagi (4/1) juga ada korban ibu-ibu tangannya patah,” bebernya.

Ia pun berharap agar pemerintah segera memperbaiki jalan yang mengalami kerusakan itu. Mengingat rusaknya jalan itu dinilai sudah parah dan membahayakan pengendara jalan.

Baca juga:  SPBU di Pati Terbakar, Tewaskan Satu Orang

“Harapannya segera diperbaiki. Jangan hanya visi misi. Orang kecil bisanya hanya komentar saja,” tuturnya.

Saat dikonfirmasi, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga pada Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten  Pati, Hasto Utomo mengatakan, pihaknya telah merencanakan perbaikan jalan Juwana-Jetak yang mengalami kerusakan. Yakni dengan menggunakan anggaran sebesar Rp 1 miliar.

“Nantinya ada penanganan darurat. Di bulan Januari ini kita akan lakukan survey, kami siap RAB (Rencana Anggaran Biaya) dan gambarnya. InsyaAllah di bulan Maret ada penanganan Rp 1 miliar di Jalan Jetak-Juwana itu,” ungkapnya.

Baca juga:  Jelang Pilkada, LKP2A bersama Kesbangpol Berikan Pemahaman Politik ke Mahasiswa

Namun, lanjut Hasto, tak semua titik yang mengalami kerusakan diperbaiki. Mengingat anggaran yang dialokasikan tak mencukupi untuk memperbaiki kerusakan dengan panjang 1,5 kilometer tersebut.

“Kerusakan cukup panjang. Hampir 1,5 kilometer. Untuk Rp 1 miliar ini kemungkinan hanya dapat 700 meter. Nanti akan di backup anggaran pemeliharaan berupa penambalan. Jadi sisanya kami tambal-tambal,” ucap dia. (lut/fat)