Kerusakan Cagar Budaya Harus Diinventarisasi

SIMBOLIS: Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo (tengah), saat menerima LHP Kinerja Pelestarian Kebudayaan dari Kepala BPK DIY Widhi Widayat, beberapa waktu lalu. (ISTIMEWA/JOGLO JOGJA)

SLEMAN, Joglo Jogja – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman diminta melakukan inventarisasi terhadap objek cagar budaya yang mengalami kerusakan. Hal itu tertuang dalam Laporan Hasil Pemeriskaaan (LHP) Kinerja Pemajuan dan Pelestarian Kebudayaan.

Kepala Perwakilan BPK RI, Wahyu Widayat mengapresiasi Pemkab atas komitmennya untuk pemajuan kebudayaan, khususnya dalam rangka mendukung pembangunan daerah. Dengan terlihat adanya penetapan dan pemutakhiran Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah.

Selain itu, juga ada penetapan peraturan terkait dengan kebudayaan sesuai dengan kewenangan yang dimiliki. Adapun program lainnya dilakukan dengan upaya internalisasi budaya melalui penggunaan objek pemajuan kebudayaan di dalam pendidikan di Sleman.

Baca juga:  Beri Manfaat, Dewan Apresiasi Padat Karya

“Kami juga memberikan apresiasi pembentukan tim pendata kebudayaan terpadu. Dengan uraian tugas dan tanggung jawab yang jelas,” terangnya.

Meski demikian, pihaknya mengakui ada beberapa catatan yang harus ditindaklanjuti. Seperti ada upaya kajian dan inventarisasi yang dilakukan oleh Tim Ahli Cagar Budaya (TACB), terhadap cagar budaya yang mengalami kerusakan.

“Kemudian, upaya penetapan target terhadap invetarisasi data kebudayaan secara periodic. Pemkab dapat terus meningkatkan upaya pemajuan kebudayaan dengan menyusun syandar dan rencana kebutuhan. Salah satunya dengan peningkatan kapasitas SDM yang dimiliki,” imbuhnya.

Baca juga:  Orang Tua Diminta Rutin Cek Alur Pendaftaran PPDB

Sementara itu, Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo menuturkan, laporan pemeriksaan hasil kinerja ini menjadi salah satu sarana pengawasan. Selain itu, sebagai upaya evaluasi kinerja Pemkab Sleman agar berjalan semakin baik. “Tentu semua itu, akan kami tindaklanjuti atas hasil laporan tersebut,” katanya.

Kustini menambahkan, hingga akhir 2023 sudah ada 22 potensi seni dan budaya di Sleman, yang masuk sebagai warisan tak benda dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Di sisi lain, upaya pengembangan kalurahan budaya juga terus dilakukan. Lantaran keberadaannya sebagai wujud bawah memiliki potensi warisan yang besar dan terus dilestarikan dengan baik.

Baca juga:  Diskominfosan Kota Yogyakarta Lakukan Enkripsi Antisipasi Pencurian Data

“Mudah-mudahan dengan objek pemajuan kebudayaan ini, bisa menjadi pengungkit bagi masyarakat. Dalam rangka meningkatkan kesejahteraan,” tutupnya.(bam/sam)