11 Sekolah di Semarang belum Miliki Kepala Sekolah Definitif

SUASANA: Para siswa sedang asyik bermain sepeda usai KBM di Halaman SDN Kembangsari 02, beberapa waktu lalu. (FADILA INTAN QUDSTIA/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang menyebut sebanyak 11 sekolah di Kota Semarang belum memiliki kepala sekolah definitif (tetap). Hal itu lantaran, per 6 Desember 2023 lalu, banyak kepala sekolah yang sudah pensiun, dan ada yang dipindahkan tugaskan ke instansi Dinas Pendidikan.

Kepala Bidang Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), Miftahudin mengatakan, 11 kepala sekolah itu berasal dari 10 sekolah dasar negeri (SDN) dan 1 sekolah menengah pertama negeri (SMPN). Hingga saat ini, status kepala sekolah yang menggantikan adalah pelaksana tugas (Plt).

Baca juga:  Wali Kota Semarang Minta Finishing Pembangunan RSUD Mijen Dikebut

“Sudah kami serahkan SK di hari Jumat (27/12/2023) lalu agar nanti 2 Januari dia sudah bisa bertugas,” ucapnya saat ditemui Joglo Jateng di Kantor Disdik Kota Semarang, belum lama ini.

Lebih lanjut, ia menerangkan, durasi kepala sekolah yang berstatus Plt tidak lama. Meski begitu, dirinya masih menunggu informasi dari pihak terkait untuk waktu kapan diadakannya pelantikan bagi Plt kepala sekolah yang akan didefinitifkan.

“Kami akan mengajukan dan menunggu hasilnya siapa saja yang akan dididefinitifkan dan biasanya tidak lama. Selain itu juga setahu saya belum ada batasan (waktu, Red.). Pengalaman saya yang seangkatan sama sama saya dulu itu ada yang seminggu langsung dilantik, sebulan, bahkan setahun itu ada,” jelasnya.

Baca juga:  Ungkap Keresahan, 13 Buruh di-PHK Sepihak

Setelah ini, kata Miftahudin, akan ada banyak kepala sekolah yang berasal dari Guru Penggerak (GP) di Kota Semarang. Hal itu diperkuat berdasarkan data dari Balai Besar Guru Penggerak (BBGP) Provinsi Jawa Tengah bahwa persentase GP yang diangkat menjadi kepala sekolah sebanyak 24,6 persen.

Sementara itu, Kepala Disdik Kota Semarang, Bambang Pramusinto menyampaikan dengan banyaknya kepala sekolah yang di Plt- kan tidak akan memengaruhi kinerja di lingkup sekolah yang baru. Sebab, pihaknya telah menunjuk kepala sekolah yang memiliki pengalaman yang baik, serta catatan pendidikan sesuai dengan bidang yang diambil.

Baca juga:  Langkah Penanganan dan Penanggulangan HIV: Kesadaran Bersama untuk Kebaikan Semua

“Lalu dia juga punya dasar dan kepala sekolah ini sebagian kita ambil dari PPPK,” ungkapnya.

Ia melanjutkan, sebanyak 600 lebih PPPK di Kota Semarang siap menjadi calon kepala sekolah baru dan pengawas sekolah. Hal itu telah disesuaikan dengan regulasi Kemendikbud, karena sebagian masih berstatus PPG. (cr7/mg4)