Banjir di Perumahan Jatisari Asri BSB Mijen, Wali Kota Minta Evaluasi Drainase

AKTIVITAS: Sejumlah rumah warga saat tergenang banjir di Perumahan Jatisari Asri BSB Mijen, belum lama ini. (DOK. PRIBADI/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Banjir menggenangi Perumahan Jatisari Asri BSB Mijen pada Sabtu (6/1/2024). Mengetahui hal itu, Wali Kota Semarang Hevearita G Rahayu kemudian meminta Dinas Pekerjaan Umum (DPU) untuk segera melakukan evaluasi terhadap saluran drainase di wilayah tersebut.

“Jangan sampai ada salah dalam perencanaan pembangunannya. Seharusnya dengan adanya pembuatan drainase baru dari DPU yang melengkapi saluran lama milik pengembang perumahan, wajarnya bisa mengatasi genangan air di Jatisari Asri BSB. Ini pasti ada salah dalam perencanaannya. Sudah saya tegur kepala dinasnya,” ucapnya melalui keterangan tertulis yang diterima Joglo Jateng, belum lama ini.

Baca juga:  Backlog Kepemilikan Rumah di Jateng Tembus 324.855

Dirinya menilai bahwa pembangunan saluran drainase Perumahan Jatisari Asri BSB kurang menyeluruh. Sehingga, ia meminta agar pembangunan bisa dilakukan secara utuh.

“Kalau setengah-setengah nggak usah. Kalau memang butuh anggaran yang besar ya harus dianggarkan,” jelasnya.

Sebelumnya, kata dia, Dinas PU sudah melakukan pertemuan dengan pihak warga Perumahan Jatisari Asri pada Selasa (2/1/2024). Dari evaluasi yang dilakukan, saat cek lapangan ditemukan saluran yang menyempit di bagian hilir.

Pihak pengembang BSB, lanjut Ita, sudah melakukan komunikasi dan koordinasi. Sebab wilayah yang bakal dilebarkan masih milik pengembang. Sementara DPU kembali membuat perencanaan oleh bidang rekayasa teknis (rektek) drainase untuk melebarkan bagian hilir.

Baca juga:  Semua Permohonan PHPU Pileg di Jateng Ditolak

“Jadi Selasa kemarin ada rapat bersama pengembang, kelurahan, dan kecamatan, dimana kami meminta partisipasi BSB untuk memperlebar salurannya,” terangnya.

Keputusan finalnya, kata Ita, akan ditentukan pada Rabu (10/1/2024) mendatang dengan kembali melakukan pertemuan. Hal itu lantaran, pimpinan BSB saat ini sedang berada di Jakarta.

Sebelumnya, air menggenangi wilayah RW 6 dengan ketinggian sebatas paha hingga pinggang orang dewasa saat hujan turun sejak pukul 14.00 hingga 16.00. Banjir kali ini adalah yang pertama di tahun 2024 dan yang kelima kalinya sejak proyek drainase DPU Kota Semarang selesai pada September 2023 lalu.

Baca juga:  Sekretaris DMI Kota Semarang Harap Kurban Jadi Pembiasaan

Banjir kali ini, menurut Ita, juga termasuk cukup parah dibandingkan empat kejadian sebelumnya, pada 25 Desember 2023. Dua saluran drainase tak mampu menahan debet air yang datang dengan cepat. Termasuk drainase milik DPU yang digadang bisa mengatasi namun malah menjadi penampungan air.

Akibatnya, aktivitas warga RW 6 Jatisari otomatis terhenti. Termasuk hajatan warga yang terganggu karena kursi-kursi di tenda acara ikut hanyut terendam.

Selain itu, warga juga berjaga-jaga untuk mengantisipasi air dan lumpur masuk ke rumah. Sebab sudah ada sebagian rumah warga yang tergenang air. (cr7/mg4)