Kunjungan Turis Mancanegara ke Jateng Melejit 250 Persen

SUASANA: Wisatawan mengunjungi kawasan Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Magelang, belum lama ini. (ANTARA/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Provinsi Jateng, Agung Hariyadi menyebut jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Jawa Tengah meningkat pesat. Yakni mencapai 250 persen selama libur Natal dan Tahun Baru 2024.

Diketahui pada libur Nataru 2023 lalu, kunjungan wisatawan mancanegara ke Jateng hanya 4.766. Sementara itu, pada libur Nataru 2024, kunjungannya meningkat pesat menjadi 16.727 orang.

“Tahun lalu, jumlah wisatawan mancanegara yang mengunjungi Candi Borobudur sebanyak 2.444 orang, tetapi tahun ini melejit jadi 10.485,” ujar Agung pada Joglo Jateng, belum lama ini.

Agung menyebut, ketiga Candi di Jawa Tengah, yakni Candi Borobudur, Taman Wisata Candi Prambanan, Candi Mendut dan Pawon menjadi destinasi favorit wisatawan mancanegara. Adapun jumlah kunjungannya di libur Nataru 2024 masing-masing sebanyak 10.485, 3.184, dan 681 wisatawan.

Baca juga:  Alami Deflasi, Ekonomi Tetap Tumbuh Positif

Selain candi, lanjutnya, wisata alam yang tersebar di Kabupaten Magelang seperti Bukit Rhema dan Punthuk Setumbu juga masuk dalam 10 DTW favorit wisman. Yakni pada peringkat 4 dan 5.

“Di posisi keenam terbanyak itu ada Gedung Lawangsewu di Kota Semarang dengan jumlah wisman 393 orang, selanjutnya Kota Lama Semarang 360 orang, Pura Mangkunegaran 178 orang, Pulau Karimunjawa 110 orang, dan Museum Batik Danar Hadi 106 orang,” terangnya.

Peningkatan pengunjung ini telah melampaui target kenaikan 30 persen yang sebelumnya mesti dicapai oleh Disporapar Jateng. Ia pun mengaku, Candi Borobudur masih menjadi ikon pariwisata Jawa Tengah yang sangat diminati wisatawan mancanegara.

Baca juga:  PWNU Jateng Harapkan Nadhliyin Tetap Patuh Pada Ulama

“Kalau dari target, kita selalu targetkan ada kenaikan 30 persen, dengan penargetan itu tentunya sudah melampaui target,” jelasnya.

Dalam pencapaian itu, pihaknya mengaku telah melakukan berbagai evaluasi dari libur Nataru sebelumnya. Terlebih, berkaca pada kejadian jembatan kaca yang menawaskan wisatawan di Kabupaten Banyumas beberapa waktu lalu, Disporapar Jateng menyebut telah melakukan pemeriksaan standar pada DTW dengan wahana berisiko.

“Dari aspek keamanan itu juga sudah melakukan pemeriksaan standar wahana permainan yang berisiko, itu sudah kita lakukan assesment dari tingkat risiko keselamatannya bersama dengan Polda,” akunya.

Baca juga:  BPSDMD Jateng Gelar Sosialisasi Program Pengembangan Kompetensi ASN

Disporapar Jateng juga menerjunkan personilnya untuk melakukan pantauan langsung ke DTW di Jawa Tengah. Pihaknya mengeklaim selama libur Nataru 2024, tak ada kenaikan harga tiket di DTW Jateng.

“Hasil pantauan menunjukkan sebagian besar sudah memenuhi aspek sapta pesona, baik dari ketertiban, kebersihan, dan juga memberikan suasana serta kenangan yang baik sehingga mereka bisa berkunjung kembali,” ungkapnya.

“Sebagian besar DTW sudah memenuhi, dari hasil pantauan juga tidak ada kenaikan harga tiket, hanya menerapkan tiket weekend yang berbeda di hari biasa, tidak ada penambahan tarif,” imbuhnya. (luk/gih)