5 Orang Jadi Tersangka Pengirim Ratusan Anjing

Pol.Irwan Anwar, Kapolrestabes Semarang Kombes
Pol.Irwan Anwar, Kapolrestabes Semarang Kombes. (ANTARA/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Polisi menetapkan lima orang tersangka dalam kasus pengiriman ratusan ekor anjing tujuan Kabupaten Sragen yang digagalkan oleh Kepolisian Resor Kota Besar Semarang. Satu dari lima orang tersangka tersebut merupakan pemesan ratusan anjing yang rencananya akan dikonsumsi.

Kepala Polrestabes Semarang Komisaris Besar Polisi Irwan Anwar menjelaskan, tersangka DH yang merupakan warga Gemolong, Kabupaten Sragen, sudah beberapa kali memesan anjing-anjing yang jumlahnya ratusan itu. Sedangkan empat tersangka lainnya merupakan awak truk pembawa ratusan ekor anjing yang perannya turut serta membantu.

Baca juga:  Dewan Usulkan Pembahasan Lanjutan RKPD 2025

Dari keterangan pelaku, lanjut Irwan, ratusan anjing tersebut didatangkan dari wilayah Subang, Jawa Barat. Dari 226 ekor anjing yang diangkut truk tersebut, 12 ekor di antaranya dalam kondisi mati.

“Sampel yang sudah mati ini kami kirim ke Universitas Airlangga untuk pemeriksaan lebih lanjut,” katanya, Senin (8/1/24).

Anjing-anjing yang selamat kemudian dititipkan di salah satu penampungan di Kota Semarang. Para tersangka selanjutnya dijerat dengan Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan.

Sementara itu, Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu menegaskan larangan mengkonsumsi daging anjing. Menurutnya, anjing tidak layak untuk dikonsumsi karena bukan termasuk hewan ternak.

Baca juga:  Upgris Gelar Baksos, Bantu Korban Banjir

Lebih lanjut, ia menerangkan, hal ini berkaitan dengan Peraturan Daerah (Perda) No 2 Tahun 2022 yang mengatur Tentang Keamanan Pangan. Oleh sebab itu, dirinya meminta kepada dinas terkait untuk melakukan sosialisasi dan penanganan peredaran daging anjing.

“Sudah ada perdanya. Kita akan lebih gencar sosialisasikan ke kecamatan, kelurahan, dan masyarakat untuk larangan istilahnya daging non-pangan,” ucapnya saat dikonfirmasi Joglo Jateng, Senin (8/1/24).

Dirinya juga mengapresiasi Polrestabes Semarang yang mampu menggagalkan pengiriman 226 anjing di GT Kalikangkung pada Sabtu (6/1/2024) malam. Ia menilai pengungkapan ini adalah komitmen Polrestabes Semarang dalam mendukung larangan peredaran daging anjing.

Baca juga:  KPU Kota Semarang Mulai Persiapkan Sosialisasi Tahapan Pemilu untuk Pemilih Pemula

“Polrestabes selalu berkoordinasi dengan Dinas Pertanian. Kemarin mendapat update dari Pak Hernowo (Kepala Dinas Pertanian Kota Semarang, Red.). Sekarang anjing sedang dalam penampungan. Tapi rencananya akan dipindah karena penampungannya panas dan pengap,” jelasnya.

Polrestabes Semarang telah bekerja sama dengan komunitas pencinta satwa yaitu Animals Hope Shelter. Yakni untuk ikut serta memantau proses penanganan pertolongan terhadap hewan mamalia tersebut. (ara/cr7/mg4)