Demak  

Mitigasi Bencana Banjir dengan Bersih Sungai

GERAK BERSAMA: Kegiatan bersih sungai di Kali Tuntang, Kalicilik, Demak, belum lama ini. (HUMAS/JOGLO JATENG)

DEMAK, Joglo Jateng – Sebagai upaya untuk mencegah terjadinya banjir di Kabupaten Demak, Sekda Demak Akhmad Sugiharto menginisiasi kegiatan Bersih Sungai Tuntang. Kegiatan ini melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) dan komunitas.

Sekda Demak Akhmad Sugiharto mengungkapkan, OPD dan komunitas yang turut berkontribusi antara lain Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (Dinputaru), Dinas Lingkungan Hidup. Kemudian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Demak, Komunitas Peduli Sungai (KPS).

Berikutnya Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB), Taruna Siaga Bencana (Tagana)/relawan sosial, Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC). Selanjutnya Forum Demak Hijau (FDH), Palang Merah Indonesia (PMI), warga setempat, dan lainnya.

Baca juga:  Pro Kontra Soal Study Tour, Dindikbud Demak Minta Sekolah Tak Boleh Memaksa

“Ini merupakan program kali bersih. Di mana di kali-kali banyak tumbuhan bengo’an atau eceng gondok. Yang mana di satu sisi memang untuk budidaya, namun di sisi lain menganggu jalannya aliran sungai sehingga berdampak pada banjir,” kata Sekda pada kegiatan bersih sungai di sepanjang Kali Tuntang, Kalicilik, Demak, belum lama ini.

Pada kesempatan tersebut, Ketua KPS Zanari Catur Rukmana menyampaikan bahwa berbagai komunitas telah menyambut baik kegiatan bersih sungai ini. Terbukti dengan kekompakan dan sinergi yang terlihat saat melakukan bersih sungai.

Baca juga:  Danramil 10 Guntur Hadiri Pelantikan dan Pembekalan PTPS Pilkada 2024

“Kegiatan hari ini merupakan program tahap ketiga. Sebelumnya ada tahap 1 dan 2 yang dilakukan di Desember 2023 lalu masyarakat merasa kegiatan bersih sungai perlu dilakukan lagi. Kami harapkan agar masyarakat dapat melakukan bersih sungai secara mandiri. Namun jika diperlukan kami terjun, kami siap,” ungkap Zanari.

Sementara Ketua FPRB Demak, Kisyanto Budi, menyampaikan bahwa inti dari kegiatan tersebut adalah mitigasi penanggulangan bencana. Yakni dengan meminimalisir resiko.

“Kegiatan FPRB dalam bersih-bersih sungai merupakan bagaian dari mitigasi itu sendiri. Karena jika tidak dibersihkan sekarang, sementara prediksi Januari – Februari curah hujan tinggi, maka akan berpotensi menjadi banjir. Jadi kita awali dengan menggerakkan komunitas yang ada di FPRB,” ungkapnya. (hms/mg4)