Pemprov Jateng Gandeng Polda hingga MUI Dalami Kasus Perdagangan Daging Anjing

Pj Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana
Pj Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana. (LU'LUIL MAKNUN/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Pejabat (Pj) Gubernur Jateng Nana Sudjana turut angkat bicara adanya pengiriman ratusan anjing untuk konsumsi yang berhasil digagalkan oleh Polrestabes Semarang pada Sabtu (6/1) di Gerbang Tol Kalikangkung Semarang. Ia mengaku bakal mendalami kasus tersebut dengan menggelar koordinasi dengan Polda Jateng, Kemenag hingga MUI. Ia juga berujar akan melakukan pengecekan terkait kejadian yang viral di media sosial tersebut.

“Saya rasa tidak sepantasnya anjing dikonsumsi, mungkin bagi masyarakat non-Muslim tak apa-apa, tapi bagi yang beragama Muslim daging anjing haram sifatnya,” paparnya pada Joglo Jateng, Senin (8/1/24).

Ia juga mengaku bakal melakukan pendataan terkait wilayah penyebaran dan masyarakat yang mengkonsumsi daging anjing itu. “Kami akan koordinasikan dan memastikan, lalu akan kami koordinasikan dengan MUI dan Kemenag,” ucap Nana.

Baca juga:  PT Kin Yip Bags Dinilai Masih Alot Ambil Keputusan

Disinggung terkait regulasi larangan menjual daging anjing di Jateng, Nana menyebut bahwa memang belum ada aturan tersebut. Oleh karena itu, pihaknya akan berdiskusi dengan beberapa elemen untuk membahas hal ini.

“Untuk itu akan kami diskusikan dan kami evaluasi terkait masalah tersebut,” tegasnya.

Sementara itu, Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Irwan Anwar mengungkapkan bahwa ada lima orang yang ditetapan sebagai tersangka. Salah satu dari mereka ialah pemesan ratusan anjing yang rencananya akan dikonsumsi tersebut. Sementara empat orang lainya teridentifikasi sebagai awak truk yang terlibat dalam pengiriman hewan-hewan tersebut.

“Tersangka utama DH, untuk lainnya driver dan seterusnya ikut membantu. DH yang memesan dari sana, warga Gemolong, Kabupaten Sragen, dirinya telah beberapa kali memesan anjing dalam jumlah besar,” bebernya.

Baca juga:  Dispertan Kota Semarang Terima Bantuan Pompa dari Kementan

Menurut Irwan, anjing-anjing tersebut berasal dari Subang, Jawa Barat. Dari total 226 ekor anjing yang diangkut, 12 di antaranya ditemukan dalam kondisi mati. Ia menyebut sampel dari anjing yang mati telah dikirim ke Universitas Airlangga untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Untuk anjing-anjing yang selamat dari pengiriman ini telah dititipkan di sebuah penampungan di Kota Semarang,” imbuhnya.

Para tersangka kini menghadapi tuntutan hukum berdasarkan Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan. Dengan hukuman maksimal lima tahun penjara.

Di sisi lain, Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu menegaskan larangan mengkonsumsi daging anjing. Menurutnya, anjing tidak layak untuk dikonsumsi karena bukan termasuk hewan ternak.

Lebih lanjut, ia menerangkan, hal ini berkaitan dengan Peraturan Daerah (Perda) No 2 Tahun 2022 yang mengatur Tentang Keamanan Pangan. Oleh sebab itu, dirinya meminta kepada dinas terkait untuk melakukan sosialisasi dan penanganan peredaran daging anjing.

Baca juga:  Bulog Semarang Layani Penyediaan Bapok Murah melalui RPK Semakin Mesra

“Sudah ada perdanya. Kita akan lebih gencar sosialisasikan ke kecamatan, kelurahan, dan masyarakat untuk larangan istilahnya daging non-pangan,” ucapnya saat dikonfirmasi Joglo Jateng, Senin (8/1/24).

Dirinya juga mengapresiasi Polrestabes Semarang yang mampu menggagalkan pengiriman 226 anjing di GT Kalikangkung pada Sabtu (6/1/2024) malam. Ia menilai pengungkapan ini adalah komitmen Polrestabes Semarang dalam mendukung larangan peredaran daging anjing.

“Polrestabes selalu berkoordinasi dengan Dinas Pertanian. Kemarin mendapat update dari Pak Hernowo (Kepala Dinas Pertanian Kota Semarang, Red.). Sekarang anjing sedang dalam penampungan. Tapi rencananya akan dipindah karena penampungannya panas dan pengap,” jelasnya. (luk/cr7/gih)