Pati  

Perbaikan Jalan Juwana-Jetak Butuh Rp 10 Miliar

KONDISI: Nampak seorang pengendara sedang melintasi jalan Juwana-Jetak yang mengalami kerusakan, belum lama ini. (LUTHFI MAJID/JOGLO JATENG)

PATI, Joglo Jateng – Perbaikan jalan Juwana-Jetak, Kabupaten Pati belum bisa dilakukan secara keseluruhan. Pasalnya, anggaran yang dimiliki Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati untuk memperbaiki jalan tersebut terbatas.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga pada Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati, Hasto Utomo mengatakan, perbaikan jalan Juwana-Jetak secara keseluruhan membutuhkan anggaran sebesar Rp 10 miliar. Mengingat kerusakan jalan mencapai panjang 1,5 kilometer.

“Kurang lebih Rp 10 miliar. Karena kerusakannya memang sangat banyak,” kata dia, belum lama ini.

Baca juga:  Dua Petugas KPPS Keguguran akibat Kelelahan

Pihaknya juga mengaku telah mengusulkan perbaikan jalan Juwana-Jetak ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng. Namun usulan tersebut tidak diterima.

“Jalan Juwana-Jetak itu memang sudah kami usulkan di bantuan Provinsi. Tapi setelah ada info dari Provinsi Jateng ternyata tidak muncul. Usulan itu tidak diverifikasi,” bebernya.

Karena usulan tidak diterima, kemudian pihaknya memutarkan otak agar jalan penghubung antar kecamatan itu dapat diperbaiki. Yakni dengan merencanakan perbaikan darurat menggunakan anggaran sebesar Rp 1 miliar.

“Nantinya ada penanganan darurat. Di bulan Januari ini kita akan lakukan survey. Kami siapkan RAB (Rencana Anggaran Biaya) dan gambarnya. InsyaAllah di bulan Maret ada penanganan Rp 1 miliar di Jalan Jetak-Juwana,” pungkasnya.

Baca juga:  Pemkab Pati Sepakat Kelola Sampah Jadi Briket

Sebelumnya diberitakan, kerusakan jalan Juwana-Jetak tersebut disinyalir menjadi penyebab terjadinya kecelakaan. Warga sekitar pun geram melihat kondisi jalan yang berlubang itu.

Seperti aksi yang dilakukan oleh seorang emak-emak memasang sebuah papan peringatan jalan rusak. Aksi yang terekam itu pun ramai beredar di media sosial.

Emak-emak yang viral itu diketahui bernama Linda (45), Warga Sidoharjo Wedarijaksa Pati. Saat ditemui ia mengaku kesal dengan pemerintah karena tak segera memperbaiki kerusakan jalan tersebut. (lut/fat)