Kudus  

Kemiskinan di Kudus Diklaim Menurun

Kepala BPS Kabupten Kudus, Eko Suharto
Kepala BPS Kabupten Kudus, Eko Suharto. (DYAH NURMAYA SARI/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Jumlah Kemiskinan di Kabupaten Kudus mengalami penurunan di banding tahun sebelumnya. Untuk persentase penduduk miskin Kota Kretek pada 2023 turun sebesar 0,17 persen poin menjadi 7,24 persen dari 7,41 persen pada tahun 2022 lalu.

Berdasarkan data yang diperoleh Joglo Jateng, penduduk miskin di Kudus pada Maret 2023 berjumlah 65,16 ribu orang. Jika dibandingkan dengan jumlah penduduk miskin pada 2022, maka jumlah penduduk miskin di Kudus berkurang 0,90 ribu orang.

Kepala BPS Kabupten Kudus, Eko Suharto mengatakan, penduduk miskin dikategorikan rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan. Selama periode 2022 sampai tahun 2023, garis Kemiskinan naik sebesar 7,05 persen.

Baca juga:  Teater Spepaba Sukses Pentaskan Naskah Berjudul Blok B

Yaitu dari Rp 482.806,- per kapita per 2022. Sementara 2023 menjadi Rp 520.830,- per kapita per bulan.

“Peningkatan garis kemiskinan ini sejalan dengan tren perubahan harga. Bahwa kebutuhan hidup manusia setiap tahun meningkat seiring perkembangan zaman,” tuturnya.

Sementara itu, kata dia, jika dibandingkan kabupaten lainnya se-Karesidenan Pati, Kabupaten Kudus memiliki angka persentase penduduk miskin terendah kedua. Yaitu, sebesar 7,24 persen. Setelah Kabupaten Jepara sebesar 6,61 persen.

“Kudus memiliki jumlah penduduk miskin terendah dibandingkan dengan kabupaten lain di Karesidenan Pati lainnya,” katanya.

Baca juga:  9 Tim Finalis Berkompetisi di Nasional Dekan Cup 2024

Ia mengungkapkan, untuk mengatasi kemiskinan penduduk pemerintah harus berupaya untuk segera mungkin mengurangi beban pengeluaran masyarakat. Atau biasa disebut dengan stabilisasi harga. (cr12/fat)