Nonton Film Jadi Sarana Edukasi Salurkan Hak Pemilu

ANTUSIAS: Siswa kelas XII saat menonton Film Hoax bersama sebagai edukasi Pemilu 2024 di Aula MAN 5 Sleman, belum lama ini. (DOK SEKOLAH/JOGLO JOGJA)

MENGHADAPI pesta demokrasi Pemilihan Umum (Pemilu) 2024, MAN 5 Sleman melakukan sosialisasi kepada Siswa kelas XII dengan nonton film di aula sekolah belum lama ini. Kegiatan itu dilakukan utuk mengedukasi murid untuk menyalurkan hak suaranya pada Pemilu 14 Februari 2024 mendatang.

Waka Humas Sumarlan mengatakan, dalam kegiatan nonton film itu, diikuti oleh 169 siswa kelas XII. Dengan tujuan untuk mengajak siwa yang telah memiliki hak dalam memilih untuk dapat berpartisipasi dalam Pemilu.

“Dalam pemilu kita sebagai warga negara yang baik harus berpartisipasi aktif menggunakan hak suara kita untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden, Anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota. Sehingga dengan kegiatan ini bertujuan untuk mensosialisasikan dan mengedukasi kaitannya dengan dunia demokrasi,” terangnya, Selasa (9/1/24).

Baca juga:  Fasilitasi UMKM Kembangkan Usaha Serat Alam

Sementara itu, sutradara dari Film Hoax, Yasin Hidayat menambahkan, Hoax merupakan masalah yang dianggap sepele tetapi mempunyai dampak yang dahsyat yakni perpecahan suatu bangsa. Dampak yang lain adalah masyarakat menjadi apatis terhadap pemilu dan demokrasi menjadi tidak sehat.

Lebih lanjut, di mana peran kawula muda untuk bisa meluruskan jika mengetahui berita-berita hoax yang beredar di masyarakat tempat tinggal mereka. Sehingga orang tua, tetangga mereka dapat di diberikan pemahaman.

“Ciri-ciri berita Hoax diantaranya Alamat web tidak jelas, susunan kalimat tidak rapi, gambar tidak jelas, dan judulnya dilebih-lebihkan. Ciri yang lain adalah to good to bee true (terlalu indah untuk jadi kenyataan) dan to bad to be true (terlalu buruk untuk jadi kenyataan),” pungasnya.

Baca juga:  Tanamkan Budaya Positif, Hadirkan Konsep Menyatu dengan Alam

Dalam kegiatan itu siswa menonton empat film seperti Bukan untuk Dimajab (Marlon Geraldo,2020), HOAX (Yasin Hidayat, 2017), KTP (Bobby Prasetyo, 2016), dan Incang-Inceng (Kelik Nugroho, 2017). Di mana semua siswa tampak menikmati setiap dari pemutaran film tersebut. (riz/all)