PDPI Jateng Dukung Larangan Penggunaan Vape

Pengurus PDPI Jawa Tengah, dr Prihatin Iman Nugroho SpP MKes,
Pengurus PDPI Jawa Tengah, dr Prihatin Iman Nugroho SpP MKes, (FADILA INTAN QUDSTIA/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Belum lama ini, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendesak semua negara di dunia melarang penggunaan vape dengan perasa. Menanggapi hal itu, Pengurus Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Jawa Tengah dr Prihatin Iman Nugroho SpP MKes menilai positif adanya larangan pada penggunaan vape.

Menurutnya, efek penggunaan rokok elektrik tidak berbeda jauh tidak berbeda jauh dengan rokok konvensional. Keduanya dapat mengganggu kesehatan.

“Ada beberapa komponen yang tidak sehat bagi tubuh baik di dalam campuran, zat pelarut, dan bahan materialnya yang dibakar karena mekanisme yang ditimbulkan di alat vape,” ucapnya saat dihubungi Joglo Jateng, kemarin.

Baca juga:  Pemkot Semarang Dinilai belum Serius Tangani Banjir

Lebih lanjut, ia menerangkan, di dalam kandungan nikotin dalam vape memiliki tiga tingkatan. Mulai dari, ringan, sedang, hingga berat. Ada juga komponen perasa atau campuran yang bersifat karsinogenik, sehingga bisa memicu terjadinya kanker. Seperti formaldehida asetaldehida, dan akrolein.

“Selain itu, untuk beberapa komponen yang sebagai pembakar ada kandungan yang masuk kategori logam berat. Hal itu menyebabkan cedera pada pernafasan. Pada salah satu penelitian yang dilakukan di Jakarta, dari jumlah 50-an sampel ternyata pada sebagian besar yang terpapar itu mereka ditemukan masalah kanker paru, kanker pada kandungan kemih,” jelasnya yang juga menjabat sebagai Sekretaris Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Semarang.

Baca juga:  Sudah Lama Vaksin Meningitis Diwajibkan bagi Jemaah Umrah

Menurutnya, penggunaan vape memang memiliki resiko yang cukup besar. Salah satu yang menjadi perhatian, pengguna vape saat ini banyak merambah pada perempuan dan anak-anak usia remaja.

“Jadi paling tidak inilah alasan kenapa dari pengguna vape harus diatur atau bahkan dilarang di Indonesia maupun di negara lain. Kalau pada prinsipnya yang saya pernah baca, paling mendekati (dampak penggunaan vape, Red.) terkuat yakni pada saluran pernapasan dan saluran kandung kemih,” terangnya.

Selain itu, penggunaan vape juga bisa memperburuk kesehatan wanita hamil. Karena dapat menimbulkan gangguan pada janin.

Baca juga:  Bawaslu Kota Semarang Lantik 48 Anggota Panwaslu Kecamatan untuk Pilkada 2024

“Makanan yang masuk di janin masuk ke plasenta ada aliran darah. Kalau ada hal yang mengalami gangguan tentunya pertumbuhan janin menjadi terganggu. Begitu juga kesehatan dari si ibu,” paparnya.

Dirinya juga mengamati adanya pengaruh lingkungan yang negatif. Hal itu menyebabkan orang sulit berhenti merokok.

“Ketika lingkungan itu memiliki kebiasaan yang sama, hal itu yang menyebabkan susah. Jadi kembali lagi komitmen untuk tidak masuk ke area tersebut (pengguna vape, Red.) dengan menjaga pola hidup sehat,” pungkasnya. (cr7/mg4)