Polres Bantul Sita 164 Knalpot Brong dalam Sepekan

PENINDAKAN: Salah satu petugas kepolisian Bantul saat melakukan penindakan kepada pengguna knalpot brong, belum lama ini. (HUMAS/JOGLO JOGJA)

BANTUL, Joglo Jogja – Dalam kurun waktu sepekan pertama 2024, Polres Kabupaten Bantul berhasil menyita sebanyak 164 knalpot tidak sesuai standar atau brong. Hal ini dilakukan, banyaknya keluhan keluhan warga terkait penggunaan knalpot tersebut.

Kasi Humas Polres Bantul AKP I Nengah Jeffry Prana Widnyana mengatakan, berdasarkan aduan tersebut, pihaknya merespons dengan melaksanakan operasi knalpot brong tidak sesuai standar.

“Penggunaan knalpot brong sangat mengganggu kenyamanan masyarakat lainnya. Selain itu, berpotensi menimbulkan gesekan yang berujung konflik antar warga,” ujarnya.

Menurutnya, penggunaan knalpot brong bisa menyebabkan gangguan keamanan lainnya. Seperti tawuran ataupun balapan liar yang berpotensi sebabkan kecelakaan. Sehingga pihaknya berharap agar masyarakat bisa saling menjaga kondusifitas.

Baca juga:  Beri Kontribusi Nyata SDGs dengan Eco Enzyme

Selain itu, mampu menghindari perbuatan-perbuatan yang dapat menimbulkan potensi gangguan keamanan dan ketertiban tersebut. “Serta, knalpot brong bisa menyebabkan polusi udara, suara, serta meningkatkan emisi gas buang,” imbuhnya.

Lebih lanjut, larangan penggunaan knalpot brong ini sudah tertuang pada Undang-undang Nomor 22 Tahun 2002 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan pasal 285, 106. Serta, dapat dipidana dengan kurungan paling lama satu bulan atau denda paling banyak Rp 250 ribu. Kemudian, Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 7 Tahun 2009.

“Kami mengimbau kepada pengrajin knalpot untuk bijak dalam memproduksi. Tidak asal memenuhi keinginan pelanggan semata, akan tetapi harus peduli dengan aturan yang berlaku,” tandasnya.(nik/sam)