Jumlah Penduduk Miskin di Rembang Berkurang 2.590 Jiwa

Bupati Rembang H. Abdul Hafidz. (HUMAS/JOGLO JATENG)

REMBANG, Joglo Jateng – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang terus berupaya keras menurunkan angka kemiskinan di wilayahnya. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Rembang, jumlah penduduk miskin pada 2023 sebanyak 91.970 jiwa. Turun 2.590 jiwa dibanding 2022.

Persentase penduduk miskin pada 2023 sebesar 14,17 persen, mengalami penurunan 0,48 persen dibanding 2022. Pada periode 2021- 2022 persentase penduduk miskin turun sebesar 1,15 persen poin. Artinya sejak 2021 Pemkab Rembang mampu menekan jumlah kemiskinan.

Penurunan persentase kemiskinan di Kabupaten Rembang sebesar 0,48 persen pada 2023. Lebih tinggi dibandingkan penurunan persentase kemiskinan di Jawa Tengah. Yaitu 0,16 persen  dan nasional  di kisaran 0,18 persen.

Baca juga:  UMKM Rembang Masih Terkendala Ekspor, Produk Batik Berpotensi Mendunia

Bupati Rembang Abdul Hafidz mengatakan, Pemkab ingin terus menurunkan angka kemiskinan dari tahun ke tahun. Pada 2023 lalu, kemiskinan mampu ditekan hingga 14,17 persen.

Salah satu strategi penurunan kemiskinan yang diambil Bupati yaitu perbaikan infrastruktur jalan. Pembangunan jalan yang mulus dilakukan secara merata. Tidak hanya dilakukan di wilayah perkotaan saja, tetapi di pegunungan.

“Angka kemiskinan tinggal 14 sekian persen, kami punya strategi. Yang pertama kita bangun adalah jalan, mulai dari pucuk Gunung Bitingan. Candimulyo kita bangun jalannya, pakai hotmix, Tegaldowo dan bahkan terakhir di Kajar perbatasan,” ujarnya.

Baca juga:  Dinbudpar Rembang Rekomendasikan Wisata Ramah Anak

Bupati menjelaskan, jika infrastruktur jalan di wilayah-wilayah pegunungan tidak dibangun, maka peningkatan ekonomi di wilayah itu akan sulit terwujud. Jika pembangunan hanya diprioritaskan di perkotaan, keadilan dan pemerataan pembangunan tidak akan dirasakan.

“Kalau jalan di wilayah pegunungan tidak dibangun maka yang diuntungkan hanya tengkulak. Ketika masyarakat menjual hasil pertaniannya kesulitan karena kondisi jalan, tengkulak datang. Misal pisang di pasar harga pisang Rp1.000, tengkulak belinya hanya Rp 400,” terangnya.

Sementara itu, pada 2023 kemarin 17 ruas jalan ditingkatkan ada juga yang dilebarkan oleh Pemkab Rembang. Salah satunya peningkatan ruas jalan Sumberagung Kecamatan Pancur–Sambong Kecamatan Sedan sepanjang 7,32 kilometer dengan Rp 17,8 miliar. (hms/fat)