Kudus  

Samsat Kudus Raup Rp 180 Milliar dari PKB

ADMINISTRASI: Tampak beberapa masyarakat sedang mendatangi tempat pelayanan Samsat Kudus, Kamis (11/1/24). (ADAM NAUFALDO/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Unit Pengelola Pendapatan Daerah (UPPD) Samsat Kabupaten Kudus berhasil meraup Rp 180 milliar dari Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) sepanjang 2023. Jika dipersentasekan, nilai itu setara dengan 97,15 persen.

Kasi PKB pada UPPD Samsat Kudus Sukatmo mengatakan, untuk target PKB sebesar Rp 185 milliar. Namun yang terealisasi hanya Rp 180 milliar. Yang tidak tercapai kurang lebih Rp 5 milliar. Hal itu ada beberapa faktor yang membuat tak tercapai.

“Yang tidak tercapai itu kurang lebih Rp 5 milliar. Sedangkan menurutnya kalau kendaraan baru banyak semakin meningkat di beberapa tahun kebelakangan,” ungkapnya kepada Joglo Jateng, Kamis (11/1/24).

Baca juga:  Pemdes Karangbener Dirikan BUMDes Wijaya Kusuma

Sementara itu untuk bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB) memasang target  kurang lebih Rp 117 milliar. Namun, yang baru tercapai hanya Rp 91 milliar atau sekitar 77,88 persen. Dan tidak tercapai sebesar 22 persen.

“Tercapainya Rp 91 milliar untuk BBNKB nya. Tapi target yang dicanangkan Rp 117 milliar. Tentu hal itu tak tercapai,” tukasnya.

Lebih lanjut, ada beberapa faktor yang membuat kedua komponen tersebut tak tercapai. Seperti, daya beli masyarakat yang berkurang jauh semenjak Covid-19 beberapa tahun lalu. Jadi untuk aktivitas ekonomi belum pulih sepenuhnya.

Baca juga:  Peringatan Hari Koperasi di Kudus akan Digelar Meriah

“Semenjak Covid-19 sampe sekarang daya beli masyarakat jauh. Jadi ekonomi belum pulih. Sebelumnya 2019 bisa sampe 3.000 kepengurusan. Ini sekarang 1.500 rata-rata kendaraan baru yang mengurus,” ucapnya.

Ia menyebutkan, semua UPPD se-Jawa Tengah kebanyakan tidak tercapai. Akan tetapi, Kudus termasuk paling tinggi capaiannya.

“Kemarin di Jateng sempat nomor satu. Kemudian disalip Kabupaten Magelang. Tapi saat ini kami termasuk nomor dua se-Jateng untuk capaian persentase targetnya,” tandasnya.

Sedangkan untuk 2024, target keseluruhan untuk pajak dan lainnya masih dirapatkan dengan anggota dewan di Jateng. Saat ini belum turun. Dirinya berharap pendapatannya lebih baik dan meningkat.

Baca juga:  Bekali Trainer Kompetensi Dasar Transformasi ILP

“Untuk meningkatkan itu kita kerja sama dengan BUMDes terkait layanan Samsat Budiman. Nantinya 12 BUMDes dilibatkan. BUMDes lainnya akan kita ajak kerja sama,” pungkasnya. (adm/fat)