Figur  

Terapkan Nilai Inspiratif Sang Idola dalam Hidupnya

Pricilia Witasmara
Pricilia Witasmara. (ISTIMEWA/JOGLO JOGJA)

MENGIDOLAKAN sosok yang disukai sejak kecil kerap kali membawa perubahan yang signifikan bagi setiap individu. Seperti Pricilia Witasmara (25), yang menyukai Harry Styles semenjak duduk di Bangku SMP.

Dara berparas cantik yang akrab disapa Icil ini, memiliki kisah inspiratif terkait ketertarikannya pada Harry Styles. Menurutnya, sosok itu sangat menginspirasi lantaran mengajarkan nilai-nilai positif. Seperti menghormati orang lain dan bersikap baik tanpa pandang bulu.

Icil mengambil inspirasi dari perjalanan awal Harry Styles, yang mulai bekerja di toko roti dan berpartisipasi dalam ajang X Factor. Bakat suara menyanyi yang luar biasa membawanya menjadi penyanyi kelas dunia. Itu menjadi sebuah perjalanan yang sangat memotivasi banyak orang.

Baca juga:  Ingin Mengabdikan Diri ke Masyarakat

“Ketika saya melihat Harry Styles, dia adalah contoh nyata dari sekian juta orang yang sukses. Meskipun berangkat dari nol, kesuksesan dapat diraih melalui kerja keras dan tekad, mulai dari bawah hingga mencapai panggung dunia,” ungkapnya.

Wanita kelahiran Ciampea, Kabupaten Bogor ini, mengaku menyukai sosok Harry Styles semenjak masih tergabung dalam grup band One Direction pada 2012. Bahkan, sejak duduk di bangku SMP, Icil sudah menyebut dirinya Harriest, sapaan fans Harry Styles. Hal ini menunjukkan sejauh mana pengaruh dalam kehidupannya.

“Hal yang saya kutip dari Harry adalah semangatnya untuk treat people with kindness atau memperlakukan semua orang dengan baik. Slogan itu hingga saat ini saya gunakan untuk selalu berusaha berbuat baik kepada semua orang di sekitar,” jelasnya.

Baca juga:  Mahasiswa UAD Bercita-Cita Bangun Brand Baju Sendiri, Cireng Jadi Modal Awal

Dengan mengidolakan Harry Styles, ia menerapkan nilai-nilai tersebut dalam tindakan sehari-hari. Seperti siap membantu orang lain saat dibutuhkan atau memberikan dukungan sebisa mungkin. Sekaligus, kejujuran dan sikap mengalah dalam menghadapi kebohongan juga menjadi pegangan hidupnya.

“Karena saya percaya, setiap tindakan buruk pasti akan mendapatkan balasannya. Hal ini menjadi dasar hidup yang harus dimiliki oleh setiap individu, menciptakan lingkungan yang lebih baik dan penuh kasih sayang,” pungkasnya.(suf/sam)