Gus Mus Minta Masyarakat tak Berlebihan Menyikapi Pemilu

KETERANGAN: Ulama sekaligus budayawan KH Ahmad Mustofa Bisri atau akrab disapa Gus Mus saat dimintai keterangan usai Silaturahmi Kebudayaan di TBRS Semarang, belum lama ini. (LU'LUIL MAKNUN/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Ulama sekaligus budayawan KH Ahmad Mustofa Bisri atau akrab disapa Gus Mus turut angkat bicara terkait pesta demokrasi yang saat ini akan berlangsung. Ia berpesan agar masyarakat tidak berlebihan dalam menyikapi Pemilu yang menurutnya hanya momen biasa di mana dilaksanakan lima tahun sekali.

“Eskalasi politik begitu terlalu kencang jadi masyarakat digiring seolah-olah pilpres, pileg, kayak sekarang ini saja lah, padahal ini kan lima tahunan, kalau menyikapi terlalu berlebih-lebihan nanti akal budi sama nurani kita itu lewat, nggak bisa mikir karena terlalu ke sana,” kata Gus Mus usai Silaturahmi Kebudayaan di TBRS Semarang, belum lama ini.

Baca juga:  Disdik Kota Semarang Buka Jalur Prestasi untuk PPDB SMP Tahun Ini

Gus Mus mengatakan tak perlu saling menjelek-jelekan calon lain apabila memiliki pilihan yang berbeda. Menurutnya, hal tersebut hanya akan menimbulkan perpecahan. Oleh karena itu, dirinya meminta tak berlebihan menyikapi momentum Pemilu ini dan kembali bersatu saat pemungutan suara selesai.

“Kalau hanya saya memuji yang saya dukung sampeyan memuji yang kalian dukung itu gak masalah, tapi kalau saya gak hanya mendukung yang saya dukung tapi sambil menjelek-jelekin yang sampeyan dukung itu yang jadi masalah. Kenapa ada begitu, karena berlebih-lebihan itu, menyikapi politik itu biasa bisa saja, wong gawe lima tahun. Katanya pesta, ada rampungnya pesta itu, nanti kembali bersama-sama lagi. Kembali baik-baik,” tegasnya.

Baca juga:  Jelang Iduladha, Dispertan Kota Semarang Segera Keluarkan SE Pengawasan dan Penjualan Hewan Kurban

Gus Mus menegaskan dirinya tidak bisa ditarik pihak manapun untuk mendukung. Menurutnya sudah banyak yang mengetahui soal hal tersebut, maka ketika ada yang berusaha mendekat untuk menarik dukungan ke Gus Mus, maka akan mundur dengan sendirinya.

“Mereka akan mundur sendiri karena diisin-isin uwong karena orang sudah tau semua saya gak bisa ditarik kemana-mana. Jadi kalau ada yang klaim narik-narik saya akan digeguyu wong akeh karena wong akeh wis ngerti nek saya itu gak bisa ditarik-tatik oleh siapapun. Kecuali ditarik-tarik seniman karena seniman nggak pakai neko-neko,” jelasnya.

Baca juga:  Mayat Perempuan Ditemukan Mengapung di Dermaga Nelayan Tambaklorok

Pada kesempatan itu, Gus Mus juga memberikan arahan bahwa seniman juga manusia. Di mana adakalanya eror ketika menyikapi suatu hal tak terkecuali politik. Kendati demikian, ia mengajak semua orang agar terus berupaya jangan sampai eror.

“Seniman manusia juga, jangankan seniman, ustad aja ada eror, manusiawi sekali itu. Tapi kan kita harus ikut berupaya menjaga jangan semuanya eror,” tandasnya. (luk/gih)