Kudus  

LKP Dipcom Sukses Uji Kompetensi 100 persen

SUKSES: Direktur LKP Dipcom, Eko Fajar Supriyanto bersama anak didiknya usai dinyatakan lolos uji konpetensi 100 persen, belum lama ini. (DYAH NURMAYA SARI/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Direktorat kursus dan pelatihan memiliki beberapa program yang sangat bagus. Salah satunya, Pendidikan Kecakapan Kerja (PKK). Setiap akhir pelaksanaan program, ada uji kompetensi yang menentukan kelulusan. Ada 12 lembaga kursus dan pelatihan se-Indonesia yang dinyatakan lulus 100 persen.

Direktur LKP Dipcom, Eko Fajar Supriyanto menyampaikan, uji kompetensi ini berfokus pada program PKK Desain grafis. Hanya 12 lembaga yang lulus 100 persen dari total sekitar 300.

“Tahun 2023 lalu, Dipcom sudah melaksanakan program PKK tahap 1 dan tahap 2 hasilnya lulus 100 persen. Sehingga pada saat pemberian apresiasi nilainya paling tinggi diantara yang lain,” ucapnya.

Baca juga:  Dinas PMD Kudus Fasilitasi Pemasaran Produk BUMDes

Ia melanjutkan, biasanya kursus bidang desain grafis kebanyakan nilainya masih rendah. Bisa dibilang nol se-Indonesia.

“Selama 4 tahun pelaksanaan uji kompetensi, kelulusannya sudah banyak. Akan tetapi, yang mendapatkan 100 persen hanya beberapa saja,” tuturnya.

Beberapa lulusan yang mendapatkan prestasi 100 persen yaitu LKP Dipcom Kudus, LKP Andalas Trenggalek, dan PKBM Aksi Bandung. Kemudian, ada LKP Symphony Bondowoso, PKBM Ihsan Zahra Fajrika Kudus, dan LKP Genius Pratama Course Nganjuk.

Disusul dengan EEC Jepara, LKP Nida Course Kudus, LKP Estekom Pati, LKP Aksi Bandung, PKBM CSBI Bandung, dan LKP Piksi Megatama Bandung.

Baca juga:  BUMDes Karya Mulya Ajak Warga Menabung Sampah

“Seperti dirangkum tahun kemarin dapat 2 program PKK, dua duanya bisa meluluskan, makanya bisa dapat 100 persen,” bebernya.

Dia menambahkan, uji kompetensi ini dilakukan sebagai tolok ukur keberhasilan pembelajaran di lembaga kursus komputer. Selain itu, untuk meningkatan kualitas pengajar dan pelajar yang kompeten.

“Setiap ada pembelajaran, pasti ada uji kompetensinya. Dimana program itu wajib untuk dilaksanakan di dalam pengajuan program kecakapan kerja,” terangnya kepada Joglo Jateng.

Sementara itu, tahun ini masih sama seperti tahun sebelumnya. Yaitu, melanjutkan program PKK desain grafis.

Baca juga:  9 Tim Finalis Berkompetisi di Nasional Dekan Cup 2024

“Aplikasi desain yang digunakan masih sama. Ada penambahan materi baru untuk tahun ini yaitu sablon cup dan pres baju,” katanya.

Dia berharap, semoga LKP Dipcom bisa mempertahankan prestasi yang ada. Kemudian, bisa meluluskan 100 persen peserta didik dengan kompetensi yang tinggi. Sehingga nantinya bisa terserap di dunia kerja. (cr3/fat)