Pengaruh Media Sosial terhadap Hasil Belajar Peserta Didik

Oleh: Windoko, S.Pd.SD
Guru SD N 07 Wanarejan, Kec. Taman, Kab. Pemalang

MEDIA sosial (medsos) merupakan media daring yang digunakan satu sama lain antarpengguna. Mereka bisa dengan mudah berpartisipasi, berinteraksi, berbagi, menciptakan isi blog, jejaring sosial, menggunakan wiki, serta forum dan dunia virtual tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu.

Media sosial sangat berpengaruh bagi peserta didik untuk menunjang prestasi belajar. Pertumbuhan teknologi bersamaan berjalannya waktu pada masa modern ini baik di negara maju ataupun berkembang sangatlah pesat.

Pertumbuhan teknologi pada masa modern ini membagikan akibat yang besar untuk kehidupan manusia dari bermacam bidang. Utamanya pada bidang pembelajaran yang merupakan salah satu bidang penting serta menduduki sentral dalam pembangunan.

Pendidikan dapat diartikan sebagai usaha sadar dan sistematis untuk mencapai taraf hidup atau untuk kemajuan lebih baik. Pendidikan dapat diperoleh dimana saja. Salah satunya melalui kemajuan teknologi informasi seperti media sosial.

Baca juga:  Guru Bangun Kepercayaan Diri pada Siswa Korban Bullying

Media sosial ialah alat komunikasi atau informasi yang memungkinkan penggunanya bisa melakukan  percakapan, bertukar data, ataupun menuangkan ide dalam suatu website.   Namun, media sosial dapat mendatangkan sesuatu hal positif atau justru  membawa dampak yang negatif.

Pengertian Dampak

Dampak menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia yakni bentuk, pengaruh kuat yang dapat mendatangkan akibat baik maupun buruk atau dapat berarti benturan yang cukup hebat antara dua benda. Sehingga dapat menyebabkan perubahan yang terjadi di dalam  kehidupan. Dampak secara sederhana bisa diartikan sebagai pengaruh atau akibat.

Prestasi Belajar

Prestasi belajar menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah hasil atau sesuatu yang telah dikerjakan melalui beberapa proses. Sedangkan belajar merupakan perubahan tingkah laku dan pengalaman untuk memperoleh ilmu pengetahuan atau kepandaian. Prestasi belajar adalah sebuah hasil belajar dari yang dicapai setelah mengikuti proses kegiatan pembelajaran. Untuk memiliki prestasi belajar yang memuaskan diperlukan usaha belajar (Han & Goleman, Daniel; Boyatzis, Richard; Mckee, 2019)

Baca juga:  Guru Bangun Kepercayaan Diri pada Siswa Korban Bullying

Dampak Positif Media Sosial terhadap  Prestasi Belajar

Media sosial memiliki manfaat yaitu dapat terjalinya komunitas, menambah wawasan, terjalinnya silaturahmi yang baik, serta untuk mendapatkan informasi. Menurut Telkom Indonesia dalam buku 17 Rumus Keren InternetBAIK (2016), ada beberapa manfaat atau dampak positif media sosial bagi anak anak dan remaja. Antara lain: 1) Remaja akan termotivasi untuk belajar mengembangkan diri melalui teman teman yang mereka jumpai secara online.

2) Remaja dapat memperluas jaringan pertemanan. 3) Dapat belajar mengembangkan keterampilan teknis dan sosial yang sangat dibutuhkan di era digital seperti   sekarang ini.

Dampak Negatif Media Sosial terhadap  Prestasi Belajar

Menurut Achmad (2017), ada beberapa dampak negatif media sosial. Antara lain: 1) Situs jejaring sosial akan membuat siswa lebih mementingkan diri sendiri. Mereka menjadi tidak sadar akan lingkungan di sekitar mereka karena kebanyakan menghabiskan waktu di internet. Hal ini dapat mengakibatkan mereka menjadi kurang berempati di dunia nyata.

Baca juga:  Guru Bangun Kepercayaan Diri pada Siswa Korban Bullying

2) Remaja menjadi malas belajar berkomunikasi di dunia nyata. Tingkat pemahaman bahasa pun menjadi terganggu. Jika sejak kecil mereka terlalu  banyak berkomunikasi di dunia maya,   maka pengetahuan tentang seluk beluk berkomunikasi di dunia nyata, seperti bahasa tubuh dan nada suara menjadi berkurang.

Penggunaan media sosial seperti Instagram, Facebook, X (sebelumnya Twitter), YouTube, dan WhatsApp juga dapat mempengaruhi prestasi belajar peserta didik. Namun hal tersebut tergantung pada tujuan dari  masing-masing peserta didik.

Jika pengguna menggunakannya dengan positif, maka akan berdampak baik terhadap prestasi belajar peserta didik. Akan tetapi sebaliknya jika digunakan dengan sekedar main-main dan tidak bisa membagi waktu untuk belajar, maka kemungkinan besar akan berdampak buruk terhadap prestasi belajar siswa. (*)