Kudus  

Rektor IAIN Kudus Jadi Tokoh Inspiratif Jawa Tengah 2023

SUMRINGAH: Tampak Rektor IAIN Kudus Prof. Dr. H. Abdurrohman Kasdi, Lc., M.Si sedang menunjukkan piagam penghargaan yang diraihnya, akhir pekan lalu. (HUMAS/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Rektor IAIN Kudus Prof. Dr. H. Abdurrohman Kasdi, Lc., M.Si dinobatkan menjadi Tokoh Inspiratif Jateng 2023. Perguruan tinggi keagamaan Islam negeri yang akhir-akhir ini mencuat namanya karena berbagai prestasi yang diraih.

Dirinya pun selalu memegang 3 prinsip dalam hidupnya. Antara lain, kemauan, perjuangan dan komitmen.

Itulah tiga elemen penting yang dipegangnya dalam meraih kesuksesan. Sejak dilantik menjadi rektor oleh Menteri Agama KH Yaqut Cholil Qoumas pada 6 Juni 2022, ia berhasil mengantarkan Jurnal QIJIS IAIN Kudus Ranking 1 Asia kategori Cultural Studies dan History.

“Sebelum dan sejak saya menjadi rektor, 3 prinsip inilah yang saya selalu pegang. Kemauan dan perjuangan melahirkan prestasi, sedangkan komitmen melahirkan kontinuitas dan tanggung jawab. Alhamdulillah dengan prinsip ini bersama seluruh sivitas akademika IAIN Kudus yang terlibat banyak prestasi yang IAIN Kudus Raih,” tegasnya.

Baca juga:  Empat Jemaah Haji Asal Kudus Dapat Perawatan Intensif

Selain itu, dalam 1 bulan IAIN Kudus menghasilkan 6 Guru Besar yang dikukuhkan bersamaan. Sehingga 1 tahun kepemimpinannya menghasilkan 8 Guru Besar dari berbagai bidang.

Diketahui, Prof Dur memulai studi S1 nya di IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan Universitas Al-Azhar Mesir. Kemudian melanjutkan program Magister dan menjadi lulusan terbaik di Universitas Indonesia pada 2005.

“Kenaikan karir dan peningkatan kualitas SDM berbanding lurus dengan pengembangan kelembagaan. Sehingga kami selalu mendorong dosen dan tendik untuk mengajukan kenaikan pangkat, mengikuti konferensi dan pelatihan-pelatihan,” jelasnya.

Setelah itu, dirinya juga menempuh program Doktor dan kembali menjadi lulusan terbaik di IAIN/UIN Walisongo Semarang pada 2012 dengan predikat Cumlaude. Kerja keras, kerja cerdas, dan kerja ikhlas merupakan spirit yang selalu dipegang.

Baca juga:  Sandung Nyatakan Kesiapannya Maju di Pilkada Kudus

Di usianya ke-35 tahun, ia sudah menyelesaikan jenjang Doktor (S3) dan langsung diberi amanat oleh kampusnya, STAIN Kudus untuk menjadi Wakil Ketua III (Wakil Rektor III). Kemudian awal 2013 pada usia ke-37, diberi amanah menjadi Direktur Pascasarjana STAIN Kudus.

Kemudian kembali menjadi Wakil Ketua III (Wakil Rektor III) pada 2017, Direktur Pascasarjana IAIN Kudus (2019-2022). Di usianya yang ke-45 tahun memperoleh Jabatan Akademik tertinggi sebagai Profesor (Guru Besar) dan mulai 6 Juni 2022 hingga sekarang diamanahi menjadi Rektor IAIN Kudus.

Baru dilantik 3 Bulan bisa menaikkan Akreditasi Institusi dari C menjadi Baik Sekali. Tak hanya itu prestasi di awal kepemimpinannya. Bahkan baru dilantik 4 Bulan bisa menghasilkan 3  Akreditasi Prodi Unggul.

Baca juga:  Dinas PMD Kudus Ingatkan Tugas Pokja Prodeskel dalam Rapat Koordinasi

Dalam 1 tahun pertama kepemimpinannya menghasilkan 12 MOU dengan Universitas dan Lembaga di Luar Negeri. Lalu 60 MOU dengan Universitas dan Lembaga di Dalam Negeri.

“Raihan prestasi ini meneguhkan bahwa IAIN Kudus siap bertransformasi menjadi UIN Sunan Kudus sekaligus juga menjadi perguruan tinggi yang berkualitas dengan mengandalkan mutu dan sekaligus juga ke depan IAIN Kudus semakin hebat dan semakin besar. Tentunya tidak hanya akreditasi tingkat nasional saja tapi kita mulai persiapan untuk akreditasi internasional FIBAA,” pungkasnya. (adm/fat)