Alumni ASRI Harapkan ISI Semakin Maju

MERIAH: Prosesi potong tumpeng yang dilakukan oleh Dekan Fakultas Seni Rupa Institut Seni Indonesia Yogyakarta, Senin (15/1/24). (MUHAMMAD ABU YUSUF AL BAKRY/JOGLO JOGJA)

BANTUL, Joglo Jogja – Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta menyelenggarakan peringatan hari lahir ke-74 di kawasan Lobby Dekanat FSR, Senin (15/1/24). Gelaran ini mengundang alumni Akademi Seni Rupa (ASRI) dari berbagai angkatan, serta mengharapkan ISI Yogyakarta semakin maju.

Rektor ISI Yogyakarta Dr. Irwandi mengungkapkan, kontribusi FSR ISI terhadap pendidikan seni di Indonesia sangat signifikan. Alumni FSR memiliki karya-karya yang mendapat pengakuan dan dengan mudah dapat dijumpai di berbagai ruang publik.

“Pemikiran dari alumni juga terdokumentasi dalam literatur yang ada di kalangan akademisi pendidikan seni. Ini membuktikan seniman handal memberikan bukti, lembaga ini mampu menjawab tantangan dan tuntutan zaman,” ungkapnya.

Baca juga:  160 CGP Bantul Dinyatakan Lolos dan Siap Menuju Transformasi Pendidikan

Pihaknya menyebut, perayaan ini menjadi momen bersejarah dalam pengelolaan FSR ISI. Pasalnya, FSR mengenang semangat pendiri yang berhasil melahirkan seniman besar meskipun dihadapkan pada keterbatasan sarana dan prasarana.

“Sehingga, momen menjadi bukti betapa pentingnya semangat dan dedikasi dalam merintis lembaga pendidikan seni. Semoga semangat pendiri menjadi pemicu bagi Civitas Akademika FSR, agar terus menghasilkan seniman handal dan berjiwa entrepreneur, mampu bersaing di era teknologi dan kompetitif ini,” jelasnya.

Lebih lanjut, sejarah Fakultas Seni Rupa (FSR) ISI Yogyakarta berawal dari pendirian Akademi Seni Rupa Indonesia (ASRI). Kemudian mengalami evolusi menjadi Sekolah Tinggi Seni Rupa Indonesia (STSRI), sebelum akhirnya menjadi Fakultas Seni Rupa.

Baca juga:  Puluhan Emak-emak Ikuti Wisuda Modeling

“Inisial ASRI mencakup bidang Seni Lukis, Seni Patung, Seni Pertukangan dan Redig (Reklame, Dekorasi, Ilustrasi Grafik), disusul dengan Jurusan Guru Menggambar. Seiring dengan perkembangannya, FSR kini telah berkembang menjadi entitas yang mengelola 9 Program Studi,” paparnya.

Sementara itu, Sekjen Pengurus Alumni ISI, Elya Kristanto menekankan pentingnya perayaan hari lahir bagi alumni. Lantaran, ini merupakan bentuk penghargaan terhadap ingatan dan sejarah yang telah menjadi tanggung jawab bersama. Utamanya momentum ini tidak hanya sekedar berkunjung berziarah.

“Semua pihak memiliki kewajiban menjaga dan menyelamatkan warisan tersebut. Ini mengingatkan agar kita tidak melupakan sejarah sejak awal berdirinya. Sehingga hutang terhadap keberlanjutan FSRI tidak terlepas dari tangan kita,” pungkasnya.(suf/sam)