Modus Baru Curanmor: Motor Dicuri dan Didorong hingga Jepara

SUASANA: Pengungkapan kasus pencurian motor dengan modus mencari motor yang tidak dikunci ganda di Mapolrestabes Semarang, Senin (15/1/24). (LU'LUIL MAKNUN/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Satreskrim Polrestabes Semarang berhasil mengungkap dugaan tindak pidana pencurian sepeda motor di Kota Semarang. Tersangka mengaku mendorong motor dari Semarang hingga Kabupaten Jepara untul dijual.

“Targetnya motor yang tidak dikunci stang (kunci ganda, Red.) di depan rumah. Setelah ambil langsung saya step (didorong, Red.) ke Jepara untuk dijual,” kata salah satu tersangka MIR (21) dalam pengungkapan kasus pencurian motor, Senin (15/1/24).

Dirinya mengaku sudah melakukan aksinya sebanyak enam kali di tempat yang berbeda-beda sepanjang 2023. Proses transaksi jual beli dilakukan secara langsung dengan sepeda motor tanpa kunci.

Baca juga:  Gelar Workshop RAD TPB Selaraskan Pemahaman Rencana Pembangunan

“Sudah enam kali, Kedungmundu, Genuk, Tembalang, Bangetayu, Karangjati, sama Gunungpati dan jualnya COD tanpa kunci motor,” ungkapnya.

Kasat Reskrim Polrestabes Semarang, Andhika Dharma Sena mengungkapkan kasus pencurian motor ini dilakukan secara berkelompok. Adapun modus yang digunakan pelaku ialah menyasar motor yang tidak dikunci ganda oleh pemilik.

“Modusnya mereka itu sistemnya memantau rumah yang di mana terdapat sepeda motor yang tidak dikunci stangnya,” katanya saat jumpa pers.

Pada kasus pencurian ini terdapat tiga tersangka diamankan dari dua tempat kejadian perkara (TKP) yang berbeda. Barang bukti yang didapat berupa Honda Vario dan sepeda motor Kawasaki D-Tracker. Para tersangka dituntut pasal 363 ayat (2) KUHP dengan ancaman pidana 9 tahun penjara.

Baca juga:  Disdik Kota Semarang Buka Jalur Prestasi untuk PPDB SMP Tahun Ini

“Tersangka atas nama MIR (21), FYH (20), dan MAS (22). Mereka didua TKP berbeda yaitu di Genuk dan di Klipang. Untuk kasus ini memang benar ada beberapa TKP kita akan mendalami untuk TKP lainnya,” ujar Andhika.

Pada kesempatan itu, Andhika mengimbau kepada masyarakat untuk selalu berhati-hati dan waspada. Sebab aksi pencurian moto saat ini sangat marak dan bisa menimpa siapa saja.

“Perlu kami sampaikan kepada masyarakat bahwa marak curanmor saat ini. Ya salah satunya karena yang dilakukan pelaku ini menyasar motor yang tidak dikunci ganda. Oleh sebab itu diharap selalu waspada,” tegasnya. (luk/adf)