Kudus  

Bangunan Sekolah eks Regruping Mangkrak, Warga Harapkan Pemanfaatan

TERBENGKALAI: Bangunan eks SD 4 Margorejo terlihat penuh dengan semak belukar, belum lama ini. (UMI ZAKIATUN NAFIS/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Sebuah bangunan sekolah yang sebelumnya digunakan untuk SD 4 Margorejo di Desa Margorejo, Dawe, nampak terbengkalai dan mangkrak. Padahal, berdasarkan pantauan Joglo Jateng, tampak beberapa ruang masih bisa digunakan dan banyak bahan material dari gedung yang dapat dimanfaatkan.

Salah satu warga sekitar, Sumiyati tak ingat kapan persisnya gedung tersebut dibiarkan terbengkalai. Ia turut menggambarkan kondisi gedung yang sudah lapuk bahkan ada ruang yang kondisinya atapnya jebol.

“Kalau kita lihat dari depan memang bangunan tidak layak pakai. Semua sudah ditumbuhi semak belukar,” katanya, Selasa (16/1/24).

Baca juga:  SPPT Miliki Fungsi Penting Bagi Wajib Pajak

Ia berharap, gedung tersebut bisa dimanfaatkan dengan baik. Apalagi luas bangunan juga lumayan besar.

“Kami warga berharap ada yang bisa dimanfaatkan karena eman-eman. Kalau memang tidak digunakan kan bisa dibongkar terus kayu atau bahan bangunan lainnya masih bagus,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Desa Margorejo, Agus membenarkan adanya bangunan eks regrouping di SD 4 Margorejo. Ia menjelaskan, kepemilikan bangunan belum lama ini sudah dikonfirmasi ke BPKAD bahwa bangunan tersebut milik desa.

“Sudah ada pemindah kepemilikan dari aset Badan Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kudus menjadi milik Desa Margorejo. Kami sudah melakukan koordinasi terkait pemanfaatan,” jelasnya saat ditemui Joglo Jateng.

Baca juga:  Rp 3 Miliar Digelontorkan untuk Perbaikan Stadion Wergu Wetan Kudus

Sebelumnya, lanjut Agus, usai diregruping, gedung tersebut digunakan untuk aktivitas TPQ setempat. Sedangkan di bagian selatan gedung dimanfaatkan kegiatan dan posko karang taruna serta pokdarwis.

“Untuk TPQ sekarang sudah berpindah tempat di gedung baru. Sedangkan, karena kondisi bangunan yang tidak layak akhirnya posko karang taruna dan pokdarwis dipindahkan ke balai desa,” imbuhnya.

Pada 2019, kata dia, juga sempat dimanfaatkan sebagai penampungan posko isolasi kasus Covid warga. Karena pada saat itu bangunan masih bagus dan layak ditempati.

“Karena saat ini bangunan tidak layak dan mengkhawatirkan. Akhirnya menjadi tidak terpakai,” katanya.

Baca juga:  Desa Mejobo Giat Mitigasi Bencana Hingga Budidaya Ikan

Rencana ke depan, pihak desa ingin membuka penawaran kepada pihak ketiga untuk memanfaatkan bangunan. Sebab, jika dilakukan pembangunan ulang membutuhkan butuh dana yang lumayan.

“APBDes kami tentunya sangat terbatas. Maka kami berharap ada pihak ketiga yang mau bekerja sama dengan desa. Kami juga sudah siapkan Perdes terkait sewa serah bangun pakai,” harapnya. (cr1/fat)