Jepara  

Harga Komoditas Pangan Turun, Pasar Tetap Sepi

TRANSAKASI: Kondis salah satu lapak pedagang di Pasar Ratu Jepara dengan pembeli, belum lama ini. (MUHAMMAD AGUNG PRAYOGA/JOGLO JATENG)

JEPARA, Joglo Jateng – Sejumlah pasar di Kabupaten Jepara mengalami sepi pembeli. Padahal, beberapa harga komoditas pangan seperti cabai sampai daging ayam terjadi penurunan.

Hal tersebut, disampaikan salah seorang pedagang dari Pasar Ratu Jepara (Pasar Jepara Satu) Noor. Sejak November 2023 sampai sekarang, sejumlah pasar di Kabupaten Jepara selalu sepi.

Terkecuali di Hari Natal dan Tahun Baru (Nataru). Pasar berangsur ramai oleh pembeli, mereka kompak mencari kebutuhan lebih untuk hidangan rumah. Namun, per tanggal 5 Januari 2024 pasar jeglek kembali. Senyap.

Baca juga:  Pemkab Jepara Sosialisasi Gempur Rokok Ilegal

“Sekitar sudah 10 hari yang lalu pasar selalu sepi. Sedikitnya, akibatkan pendapatan pedagang turun sebesar 50 persen dari biasanya. Rugi jika seperti ini terus,” papar Noor kepada Joglo Jateng.

Ia mengira, dengan penurunan harga komoditas membuat pasar kembali ramai. Seperti cabai rawit merah dari yang semula Rp 100 ribu menjadi Rp 60 ribu, cabai merah dari Rp 80 ribu berubah menjadi Rp 50 ribu.

“Bawang merah turun, Rp 55 ribu ke Rp 35 ribu. Bawang putih tetap di angka Rp 50 ribu. Lalu cabai rawit hijau dari Rp 60 menjadi Rp 25 ribu, telur tetap Rp 25 ribu perkilonya,” terang dia sembari meladeni pembeli.

Baca juga:  Tanamkan Cinta Seni Ukir, Siswa-siswi Belajar Mengukir

Tidak hanya Noor, salah seorang pedagang lain, Denok, justru mengku seperti sudah jatuh tertimpa tangga. Di tengah himpitan pendapatan yang anjlok lebih dari 50 persen, ia harus menerima kenaikan pajak kios tempat berjualan di pasar.

Dahulu, hampir setiap hari ia dapat habiskan daging ayam sebanyak 7,8 kwintal. Setelah memasuki bulan November 2023, berubah drastis menjadi 3 kwintal. Amblesnya usaha ini, terus terjadi sampai sekarang.

“Sejumlah harga daging sudah turun. Harusnya ramai malah sepi, kadang 3,5, 4, kadang lebih rendah. Beban ini ditambah dengan naiknya pajak yang harus dibayarkan oleh pedagang setiap hari,” pungkas Denok. (map/fat)