Kudus  

Wabah Demam Berdarah Mendominasi di Momen Peralihan Cuaca

Direktur Utama Rumah Sakit Mardi Rahayu Kudus, Dr. Pujianto
Direktur Utama Rumah Sakit Mardi Rahayu Kudus, Dr. Pujianto. (ADAM NAUFALDO/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Memasuki 2024, Kabupaten Kudus mulai memasuki momen peralihan cuaca, dari musim panas ke musim penghujan. Memasuki peralihan musim, upaya pencegahan penyakit mulai dilakukan. Seperti penyakit demam berdarah dan kulit.

Direktur Utama Rumah Sakit Mardi Rahayu Kudus, Dr. Pujianto mengatakan, jika melihat siklus tahunan, penyakit yang paling sering muncul menurutnya adalah demam berdarah. Banyak nyamuk muncul dan beranak pinak di genangan air yang bersih. Selain itu, angka prevelensi penyakit itu biasanya meningkat saat periode Januari-Februari.

“Nah, kalau di daerah rawan bencana lokasi tertentu, seperti Tanggulangin sebentar lagi hujan deres terus banjir. Kemudian wilayah Desa Setrokalangan, itu daerah banjir tapi angkanya tak begitu besar,” ungkapnya kepada Joglo Jateng.

Menurutnya, hal itu yang pasti terkait penyakit. Karena kesehatan di lingkungan sekitar kurang bagus karena permasalahan banjir.

Sedangkan untuk gejalanya bisa pilek, kulit, dan diare. Tetapi penyakit yang dominan meningkat di peralihan musim dari panas ke hujan itu demam berdarah.

“Secara umum yang banyak meningkat di pergantian musim dari panas ke hujan, populasi nyamuk yang berujung ke demam berdarah meningkat. Dan untuk DB itu ada tingkat ringan, sedang, berat, sangat berat,” bebernya.

Dirinya juga sering mendengar beberapa masyarakat terlambat dalam mengobati wabah demam berdarah dan menurutnya itu kurang tepat. Karena penyembuhan DB itu tidak ada obatnya. Saat di Rumah Sakit itu bukan diobati, jadi jangan pergi ke RS.

“Yang penting DB itu bukan mengetahui tahap ringan sedangnya. Tapi kondisi personal pasien. Ketika ada tanda yang mudah dikenali, yang menuju kegawatan itulah segera ke RS. Jadi pertama ketika tak bisa makan dan minum otomatis potensi kurangan cairan asupan,” ucapnya.

Menurutnya itulah sumber kekuatan. Adapula terjadinya pendarahan ulang. Karena wabah DB pasti ada tanda pendarahan. Seperti berak darah, kencing darah, dan mimisan. Kalau ada tanda tersebut segeralah ke rujuk ke rumah sakit.

“Bisa juga tandanya kekurangan cairan. Makanya kita perlu tahu apa yang terjadi pada DB. Jadi saat DB kegawatan terjadi, biasanya setelah hari ke 3-4 ketika tak mulai panas. Kita menganggap itu mau sembuh, tapi kan belum tentu, malah timbul kegawatan,” tukasnya,” pungkasnya. (adm/fat)