Dana Awal Kampanye PKB Jateng Paling Besar

Komisioner KPU Jateng, Muhammad Machruz.
Komisioner KPU Jateng, Muhammad Machruz. (LU'LUIL MAKNUN/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – KPU Provinsi Jawa Tengah (Jateng) telah merekap hasil penerimaan laporan awal dana kampanye (LADK) 18 partai politik peserta Pemilu 2024. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jateng tercatat sebagai partai dengan penerimaan dana awal kampanye terbesar.

Komisioner KPU Jateng, Muhammad Machruz merinci total penerimaan PKB Jateng yang dilaporkan ke KPU Jateng yaitu sebesar Rp 6,3 miliar atau Rp 6.372.262.205. Setelah itu disusul dua parpol lain dengan dana awal kampanye tertinggi antara lain Partai Demokrat Jateng Rp 6.205.839.031. Lalu Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sebesar Rp 2.726.923.504.

Baca juga:  DPU Kota Semarang Keruk Sedimen untuk Hadapi Musim Hujan

“Yang terbesar penerimaannya adalah PKB di angka Rp 6,3 miliar, ada Partai Demokrat sekitar Rp 6,2 miliar, PKS Rp 2,7 miliar,” katanya, Rabu (17/1/24).

Dia mengatakan, dana awal kampanye partai politik tersebut tidak semuanya berbentuk uang. Melainkan ada juga yang berbentuk barang dan jasa. “Dana kampanye ini kan penggabungan antara baik itu berupa uang, berupa barang, ataupun jasa. Tidak semua penerimaan ini dalam bentuk uang saja, tidak. Tapi juga dalam bentuk barang dan juga jasa,” ujar Machruz.

Sementara tiga partai politik di Jateng dengan dana awal kampanye paling kecil yaitu Partai Buruh sebesar Rp 92.042.400, lalu Partai Hanura Rp 80.987.012, dan Partai Garuda Rp 20.000.000.

Baca juga:  Semarang Zoo Optimalkan Komunikasi dengan Biro Perjalanan

Machruz mengatakan, dana awal kampanye masing-masing parpol sebagian sudah digunakan sejak masa kampanye akhir November 2023 lalu. KPU Jateng terus merekap hasil pengeluaran dan saldo terakhir tiap parpol.

“Sejak awal masa kampanye sudah digunakan. Contohnya misal satu partai Partai golkar saldo awalnya Rp 1 juta lalu penerimaan Rp 692 juta, pengeluarannya sekitar Rp 491 juta, saldonya Rp 200 juta,” bebernya.

“Ini sudah kita sampaikan (melalui media sosial) sehingga harapannya masyarakat secara umum bisa mengetahui dana kampanye yang digunakan peserta Pemilu,” imbuh Machruz.

Baca juga:  Roemah Difabel Semarang Sidak Ponsel Anak Difabel, Cegah Penyebaran Konten Asusila

Ia menyebut, dana kampanye masing-masing parpol yang diterima KPU Jateng sifatnya terus bergerak. Masing-masing parpol diimbau melaporkan setiap pemasukan maupun pengeluaran saat berkampanye. “Datanya bisa real time, tergantung temen-temen pelaporannya. Harapannya semua kegiatan kalau dalam bentuk uang bisa dimasukkan dulu ke rekening khusus dana kampanye,” tandasnya. (luk/gih)