Jepara  

Harga Daging Ayam Turun, Pasar Jepara Tetap Sepi

CINCANG: Nana pedagang ayam di Pasar Ratu Jepara sedang memotong dagangannya, belum lama ini. (MUHAMMAD AGUNG PRAYOGA/JOGLO JATENG)

JEPARA, Joglo Jateng – Harga daging ayam di Kabupaten Jepara mengalami penurunan. Hal tersebut tidak membuat pasar ramai. Justru istiqomah sepi dan anjlokkan penghasilan pedagang.

Seperti di Pasar Ratu (Pasar Ratu Jepara), salah seorang pedagang daging, Nana mengatakan, sejumlah harga daging ayam mengalami penurunan. Paling rendah selisih Rp 5.000 dari harga sebelumnya.

Penurunan ini terjadi, sejak 5 Januari 2024. Harga ayam pedaging yang semula Rp 38 ribu perkilo, sekarang hanya Rp 35 ribu. Kemudian untuk ayam petelur, harga tetap di angka Rp 50 ribu.

Baca juga:  Angka Anak tidak Sekolah di Jepara Menyusut Drastis

Lalu, daging ayam jantan mencapai Rp 75 ribu dari yang semula di libur tahun baru dipatok Rp 80 ribu. Terakhir, mengalami peningkatan, yakni di sektor daging ayam kampung, sekarang Rp 90 ribu perkilonya.

“Hampir di segala sektor daging ayam mengalami penurunan. Hanya ayam kampung yang meningkat, sebab ketersediaan barang yang begitu sedikit, sehingga wajar jika naik harga,” papar Nana kepada Joglo Jateng, Rabu (17/1/24).

Tidak berhenti di situ, penurunan harga daging ayam lantas tidak membuat pasar menjadi ramai. Tercatat sejak bulan November 2023, pasar mengalami sepi pembeli, kecuali libur natal dan tahun baru.

Baca juga:  Cek Renovasi GBK, Pj Bupati Ajak Masyarakat Rawat Stadion Kebanggaan Jepara

Memasuki 5 Januari 2024, pasar sepi kembali, senyap tanpa pembeli. Berangkat dari hal itu, membuat pendapatan sejumlah pedagang mengalami penurunan. Sedikitnya, omzet anjlok lebih dari 50 persen.

Dahulu, hampir setiap hari ia dapat habiskan daging ayam sebanyak 7,8 Kwintal. Setelah memasuki bulan November 2023, berubah drastis menjadi 3 Kwintal. Amblesnya usaha ini, terus terjadi sampai sekarang.

“Sejumlah harga daging sudah turun. Harusnya ramai malah sepi, kadang 3,5 Kwintal, 4, kadang lebih rendah. Beban ini ditambah dengan naiknya pajak yang harus dibayarkan oleh pedagang setiap hari,” pungkasnya. (map/fat)