OJK Jateng: Aset Perbankan Tumbuh 4,05 Persen

Kepala OJK Provinsi Jawa Tengah, Sumarjono
Kepala OJK Provinsi Jawa Tengah, Sumarjono. (ISTIMEWA/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Tengah menyebut aset perbankan di Jateng tumbuh 4,05 persen yoy dibanding tahun 2022. Yakni mencapai Rp 513 triliun pada November 2023.

Kepala OJK Provinsi Jawa Tengah Sumarjono menilai, kinerja Industri Jasa Keuangan di Jawa Tengah sampai November 2023 dalam kondisi stabil. Kinerjanya tumbuh positif, likuiditas memadai dan tingkat risiko yang terjaga di tengah dinamika kondisi ekonomi global.

Kondisi perekonomian Jawa Tengah yang cukup baik tersebut, kata dia, tidak terlepas dari stabilitas Industri Jasa Keuangan di Jateng. Hal itu terlihat dari indikator penyaluran pembiayaan dan kondisi likuiditas yang tumbuh positif.

Baca juga:  21 Desa di Jateng Alami Kekeringan

“Kinerja perbankan di Jawa Tengah pada November 2023 secara umum terjaga dengan baik dan mengalami peningkatan dibandingkan 2022. Aset Perbankan di Jawa Tengah tumbuh sebesar 4,05 persen yoy atau mencapai Rp513,16 triliun ,” ungkap Sumarjono.

Pihaknya merinci dari sisi penghimpunan dana, dana pihak ketiga (DPK) perbankan di Jawa Tengah mencapai Rp 398,64 triliun atau tumbuh sebesar 4,15 persen yoy.

Sedangkan untuk penyaluran kredit di Jawa Tengah mencapai Rp 367,68 triliun atau tumbuh sebesar 6,59 persen yoy. Fungsi intermediasi berjalan dengan baik, tercermin dari rasio Loan to Deposit (LDR) yang mencapai 92,23 persen. Tercatat pada November 2023, share penyaluran kredit kepada UMKM mencapai 49,19 persen dan tumbuh sebesar 7,17 persen yoy.

Baca juga:  RSUD dr. Adhyatma, MPH Bangun Sistem Digital untuk Mudahkan Kinerja Pelayanan

Share angka penyaluran kredit tersebut telah melampaui target yang ditetapkan oleh pemerintah agar kredit kepada UMKM dapat mencapai setidaknya 30 persen pada 2024,” tandasnya. (luk/gih)