Stiker Kampanye di Angkutan Umum Mulai Ditertibkan

BERTINDAK: Ketua Bawaslu Kota Semarang Arief Rahman saat melepas stiker branding caleg pada angkutan umum di bawah JPO Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Karangayu, Kecamatan Semarang Barat, Rabu (17/1/24). (FADILA INTAN QUDSTIA/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Menyikapi maraknya pemasangan stiker branding di angkutan umum, Bawaslu Kota Semarang mulai melakukan penertiban stiker kampanye caleg di sejumlah titik. Tindakan ini dilakukan, mengacu pada peraturan PKPU Pasal 70 yang melarang bahan dan alat kampanye dipasang di sejumlah tempat pada masa kampanye. Salah satunya di sarana prasarana publik seperti angkutan umum.

Ketua Bawaslu Kota Semarang, Arief Rahman mengatakan, tim gabungan yang melaksanakan penertiban kali ini berasal dari berbagai instansi. Di antaranya Polrestabes Semarang, Dinas Perhubungan (Dishub), Kodim 0733/BS, Denpom IV/5, dan Bakesbangpol. Penertiban ini rencananya akan terus dilakukan selama 3 hari, sejak kemarin hingga Jumat (19/1/2024) mendatang.

Baca juga:  Banjir Semarang, Air ke Sungai Melebihi Kapasitas

“Selama 3 hari itu kita sudah identifikasi kurang lebih ada sekitar 75 angkutan umum yang terdapat stiker atau branding. Kalaupun penyebarannya (penertiban, Red.) nanti kita coba putuskan di titik kumpul (bersama para petugas, Red.). Salah satunya mungkin di Pedurungan, kemudian di Tandang. Mungkin juga ada di Johar,” ucapnya kepada Joglo Jateng, kemarin.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan, selama tiga hari itu pihaknya akan melakukan inventarisasi angkutan umum yang masih ada penempelan stiker pemilu. Jika ditemukan, maka angkutan itu akan dihentikan, dan sopirnya diminta untuk melepas stiker tersebut.

Baca juga:  Jateng Tambah Pengamanan di 7 Wilayah Rawan Tinggi

“Kalau pun nanti di setiap perjalanan kita ketemu (angkutan umum degan stiker branding, Red.) maka dihentikan dan akan diimbau untuk sang sopir ini melepas stiker itu,” jelasnya.

Berbeda dengan pemilu 2019, lanjut Arief, pada tahun ini tidak ada larangan pemasangan stiker pada mobil pribadi. Hal itu sesuai PKPU No 15 Pasal 70.

Adapun titik lokasi penertiban stiker branding pemilu kemarin dilakukan di bawah Jembatan Penyebrangan Orang (JPO) Karangayu, Pasar Karangayu. Kemudian Kota Lama, dan lokasi strategis lainya.

Sementara itu, salah satu sopir angkutan umum Jurusan Karangayu – Pandanaran, Narto mengaku memiliki kontrak selama 3 bulan dengan salah satu relawan caleg untuk memasang stiker kampanye di kaca belakang angkutan miliknya. Ia mengaku dibayar Rp 200 ribu setiap dua bulan untuk biaya pemasangan tersebut.

Baca juga:  Tanamkan Paham Kebhinnekaan di Momen Imlek dan Valentine

“Tidak apa-apa dilepasin. Kalau saya yang copotin gak berani karena dapat tugas,” ucapnya. (int/adf)