Pati  

Ribuan TNI Disiapkan untuk Pengamanan Pemilu

SUASANA: Apel kesiapsiagaan pengamanan Pemilu tahun 2024 di markas Kompi Senapan C Yonif 410/Alugoro Pati, Rabu (18/1). (ISTIMEWA/JOGLO JATENG)

PATI, Joglo Jateng – Apel kesiapsiagaan pengamanan Pemilu tahun 2024 digelar di markas Kompi Senapan C Yonif 410/Alugoro Pati, kemarin. Apel ini sebagai langkah persiapan dari Jajaran Kodam IV/Diponegoro guna mengantisipasi terjadinya konflik di wilayahnya saat pesta demokrasi berlangsung.

Brigadir Jenderal TNI Bambang Sujarwo mengungkapkan, konflik pada Pemilu 2024 ini berpotensi lebih tinggi dan kompleks dibanding sebelumnya. Mengingat pemilihan presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif  (Pileg) dilaksanakan secara berbarengan.

Sebagai langkah antisipasi, sebanyak 5160 personil TNI telah disiapkan. Ribuan prajurit itu datang dari beberapa wilayah, mulai dari Kabupaten Pati, Jepara, Kudus dan Demak.

Baca juga:  PKL di Jalan Panglima Sudirman Pati Bingung Cari Tempat Baru

Adapun para prajurit itu nantinya akan dibagi dalam tiga tugas berbeda. Kelompok pertama akan bekerja dan bergerak dalam kendali Kepolisian. Sedangkan kelompok kedua dalam kendali Pangdam. Lalu satu kelompok lain disiapkan sebagai prajurit cadangan.

“Untuk pemusatan kekuatannya akan kami sesuaikan berdasarkan potensi yang paling rawan nantinya. Saat ini kami berusaha melakukan eliminir konflik. Tetapi berdasarkan skema, kami akan masuk ketika konflik tidak bisa terhindarkan lagi,” terangnya.

Dalam kesempatan itu, Bambang juga mengingatkan pesan netralitas para TNI dari Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Tandyo Budi. Dalam amanat itu anggota TNI diminta harus berpegang teguh pada integritas dan komitmen netralitas TNI.

Baca juga:  Sepekan, Gadis Digorok hingga Bos Rental Dikeroyok

“Netralitas adalah komitmen kita untuk tidak berpolitik praktis dengan mendukung salah satu calon yang saat ini sedang ber kontestasi dan hal tersebut tidak bisa ditawar-tawar lagi karena menjadi kunci kepercayaan masyarakat terhadap institusi TNI,” ungkapnya.

Dalam pesan Pangdam, anggota TNI tidak boleh mengesampingkan potensi konflik sekecil apa pun dan harus dapat mengantisipasi. Dengan demikian konflik tidak berkembang menjadi besar yang dapat mengancam keutuhan bangsa.

“Guna menjamin keamanan dan kelancaran pesta demokrasi rakyat tersebut, dituntut untuk mampu bekerja sama dengan seluruh komponen bangsa. Untuk mewujudkan stabilitas keamanan dan kondusifitas wilayah,” pungkasnya. (lut/fat)