Knalpot Aftermarket Produksi IKM akan Distandarisasi

RAMAI: Suasana sekitar Tugu Knalpot, ikon knalpot Purbalingga terlihat beberapa warga tengah melintas, beberapa waktu lalu. (HUMAS/JOGLO JATENG)

PURBALINGGA, Joglo Jateng – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purbalingga akan melakukan standarisasi knalpot produksi Industri Kecil Menengah (IKM) Purbalingga. Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Dinperindag) Purbalingga Johan Arifin pada forum diskusi dengan pelaku industri knalpot di Purbalingga terkait maklumat Kapolda tentang larangan penggunaan knalpot brong di Ruang Rapat Gedung Sentra IKM Logam Purbalingga, beberapa waktu lalu.

Johan menyampaikan, standarisasi dibutuhkan untuk melindungi IKM Knalpot. Dijelaskan bahwa maraknya razia knalpot brong baru-baru ini meresahkan para pelaku IKM Knalpot di Purbalingga dan dikhawatirkan dapat mengurangi omset.

“Ada beberapa langkah yang akan kita ambil. Kita akan coba membangun laboratorium yang dapat menguji tingkat kebisingan knalpot produksi teman-teman IKM, sehingga nanti kita akan memfasilitasi dan memastikan bahwa sebelum produk teman-teman IKM ini lari ke pasaran akan dilakukan uji kebisingan oleh pemerintah. Kedua, ada semacam sertifikat terhadap produk knalpot dari teman-teman IKM,” kata Johan.

Dikatakan bahwa proses pengajuan Standar Nasional Indonesia (SNI) knalpot aftermarket Purbalingga ke Badan Standarisasi Nasional (BSN) juga masih berproses. “SNI knalpot aftermarket masih sedang berproses di BSN, dan salah satu rekomendasi dari BSN adalah agar pemda punya laboratorium yang bisa menguji tingkat kebisingan sampai ke tingkat emisi buang,” tambahnya.

Berdasarkan hasil monitoring di lapangan, produsen knalpot di Purbalingga tidak memproduksi knalpot brong. Ia mengharapkan momentum tersebut bisa memicu IKM knalpot untuk meningkatkan kualitas produksi knalpot mereka.

“Jadi tetap Purbalingga dengan ikon knalpot handmade akan terus kita kembangkan. Kita tingkatkan kualitasnya dengan berbagai inovasi,” katanya.

Sementara itu, Kasatlantas Polres Purbalingga AKP Arief Wiranto mengatakan, razia knalpot brong bertujuan untuk menciptakan kenyamanan di jalan raya. “Keselamatan dan kenyamanan di jalan raya, khususnya di wilayah Purbalingga itu semakin meningkat. Masyarakat semakin nyaman dan tentunya knalpot brong itu harus kita kurangi untuk mewujudkan zero knalpot brong di jalan raya,” jelasnya. (hms/abd)