Luncurkan MONTOV, Mudahkan Pengetahuan tentang HIV AIDS

TUNJUKAN: Salah seorang peserta MONTOV tengah menunjukkan aplikasi yang baru saja di rilis, beberapa waktu lalu. (MUHAMMAD ABU YUSUF AL BAKRY/JOGLO JOGJA)

YOGYAKARTA, Joglo Jogja – Pita Merah Jogja (PMJ) resmi meluncurkan Aplikasi Monitoring Kesehatan Orang dengan HIV dan AIDS (MONTOV). Aplikasi ini tidak hanya sebagai sarana Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) digital, tetapi memberi kemudahan orang dengan HIV dan AIDS (ODHIV) dalam mengakses layanan kesehatan.

Koordinator PMJ, Eva Dewa M menyatakan, penyintas ODHIV di Yogyakarta hanya mendapatkan KIE dalam format buku. Sehingga melalui aplikasi ini, pihaknya berusaha mengadaptasi KIE ke dalam bentuk aplikasi MONTOV.

“Dengan perkembangan teknologi yang semakin maju, kami terus berusaha melakukan inovasi agar masyarakat dapat mengakses informasi dengan mudah. Salah satunya peralihan modul menjadi e-book yang lebih mudah diakses oleh teman-teman,” ungkapnya.

Baca juga:  Gugah Jiwa Kebudayaan lewat Gelaran Tembang Macapat

Pihaknya menjelaskan, aplikasi ini memiliki berbagai macam kegunaan. Seperti notifikasi berkala terkait jadwal pemeriksaan dan konsumsi obat. Sehingga masyarakat dengan mudah mendapatkan akses penggunaan aplikasi tersebut.

“Terkadang teman-teman lupa mengenai jadwal minum atau mengonsumsi obat, jadi di sini kami menyediakan notifikasi khusus untuk membantu mereka. Kami juga telah bekerja sama dengan empat puskesmas, yaitu Puskesmas Mantrijeron, Tegalrejo, Umbulharjo 1 dan Gedongtengen, dalam kemudahan akses,” jelasnya.

Lebih lanjut, pihaknya berharap agar pengguna dapat memanfaatkan aplikasi tersebut. Sehingga hingga Maret 2024, aplikasi tersebut dapat diunduh sebanyak 100 pengguna di Yogyakarta.

Baca juga:  Aplikasi PPGB Diluncurkan, Dinkes Yogyakarta Upayakan Penanganan Stunting Dini

“Saat ini, setengah dari target sudah tercapai, mengingat jumlah ODHIV di Yogyakarta ada sekitar 7.200 orang. MONTOV juga siap memberikan bantuan kepada mereka saat terjadi bencana alam. Serta akan memberikan petunjuk untuk menuju fasilitas layanan kesehatan yang memberikan pelayanan di tengah situasi darurat,” tutupnya.(suf/sam)