Mandala Krida dan Kridosono Jadi Lokasi Kampanye Terbuka

KONDISI: Situasi Stadion Mandala Krida yang menjadi lokasi kampaye terbuka. (RIZKY ADRI KURNIADHANI/JOGLO JOGJA)

KOTA, Joglo Jogja – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Yogyakarta menetapkan dua lokasi untuk kampaye terbuka sejak 21 Januari sampai 10 Februari mendatang, yakni di Stadion Mandala Krida dan Kridosono. Hal ini dikarenakan beberapa lokasi lainnya kurang memadai dalam menampung masa kampaye.

Anggota Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Kota Yogyakarta Ratna Mustika Sari mengungkapkan, di Kota Pelajar hanya ada dua lokasi yang memungkinkan dilaksanakan rapat umum terbuka. Lantaran, lapangan lain yang tersedia dapat dibilang kurang representatif.

“Maka, kami siapkan dua tempat. Mandala Krida dan Kridosono dalam kampaye terbuka. Karena ada lebih dari 1.000 massa, sehingga yang memungkinkan hanya dua itu,” ungkapnya.

Baca juga:  40 Anggota DPRD Kota Yogyakarta Ditetapkan

Menurutnya, kedua lokasi ini dipilih setelah batalnya tiga lapangan yang telah diajukan sebelumnya. Di antaranya Lapangan Sidokabul, Karangwaru dan Mancasan.

“Ketiga lapangan itu tidak memenuhi standar atau tidak representatif. Karena lokasinya dinilai tidak cukup menampung banyaknya simpatisan paslon saat kampanye akbar, serta akses jalan tidak terlalu lebar,” jelasnya.

Lebih lanjut, akan ada kemungkinan partai politik (Parpol) yang berbeda mendapat jadwal bersamaan. Ini memerlukan langkah untuk mengantisipasi. Lantaran bisa menyebabkan terjadinya gesekan.

“Itu baru akan kami petakan, terutama seperti ada beberapa partai yang butuh komunikasi lebih lanjut supaya kampanye ini berjalan lancar. Kami masih dalam proses pemetaan,” ujarnya.

Baca juga:  Wamenkominfo Angkat Bicara soal RUU Penyiaran

Diharapkan, kampaye terbuka ini dapat berjalan dengan lancar dan tertib. Supaya, tidak menganggu kenyamanan masyarakat sekitar, seperti tidak mengunakan knalpot brong.

“Untuk penguna kendaraan bermotor jangan mengunakan knalpot brong yang dapat mengganggu kenyamanan bersama. Serta kami imbau mementingkan etika-etika umum dalam mengunakan fasilitas publik,” pungkasnya.(riz/sam)