Cilacap Jadi Lokasi Percontohan Pengelolaan Sidat Berkelanjutan

FOKUS: Proses pengolahan sidat di Kampung Sidat, Desa Kaliwungu, Kedungreja, beberapa waktu lalu. (HUMAS/JOGLO JATENG)

CILACAP, Joglo Jateng – Kabupaten Cilacap menjadi salah satu lokasi percontohan pengelolaan perikanan darat berkelanjutan, khususnya ikan sidat. Program ini mendapat dukungan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Global Environment Facility (GEF), dan Food and Agriculture Organization (FAO). Hal ini ditunjukkan dengan kunjungan kerja Tim GEF Operational Focal Point (OFP) bersama FAO ke sejumlah lokasi di Cilacap, kemarin.

Tim GEF OFP dan FAO mengunjungi Balai Benih Ikan (BBI) Majenang, Sungai Cijalu Majenang, Desa Kaliwungu Kecamatan Kedungreja, dan Desa Panikel Kecamatan Kampung Laut. Mereka meninjau berbagai kegiatan pengelolaan sidat berkelanjutan, mulai dari restocking benih ikan, budidaya, pengolahan, hingga pemasaran sidat. Tim juga melihat lokasi eduwisata sidat-kelengkeng yang menjadi daya tarik wisatawan.

Pj. Sekretaris Daerah Kabupaten Cilacap Sujito selaku wakil Pj. Bupati Cilacap menyambut baik kunjungan Tim GEF OFP dan FAO. Ia menjelaskan bahwa Cilacap merupakan salah satu daerah habitat sidat berbagai ukuran, mulai dari glass eel, elver, hingga konsumsi. Selain itu, Cilacap juga menjadi penghasil utama sidat di Pulau Jawa.

“Kami sangat berterima kasih atas dukungan KKP, GEF, dan FAO dalam pengembangan pengelolaan sidat berkelanjutan di Cilacap. Kami berharap kerja sama ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha sidat,” ujar Sujito di Desa Kaliwungu Kecamatan Kedungreja, kemarin.

Sujito menerangkan, ada sembilan kecamatan di Cilacap yang memiliki potensi pengelolaan sidat berkelanjutan, yaitu Kedungreja, Patimuan, Kampung Laut, Majenang, Bantarsari, Kroya, Adipala, Nusawungu, dan Sampang. Luas lahan budidaya sidat di Cilacap mencapai 17,8 hektare, dengan produksi 27,36 ton pada 2023.

Sejak 2018, Cilacap telah ditetapkan sebagai lokasi pengelolaan sidat oleh KKP, GEF, dan FAO melalui Proyek I-Fish. Proyek ini bertujuan untuk pengelolaan sumber daya, upaya konservasi, dan pemanfaatan perikanan sidat yang lebih baik dan berkelanjutan di Cilacap. Proyek ini juga didukung dengan kebijakan dan program dari Pemerintah Pusat dan Pemerintah Kabupaten.

Salah satu bentuk dukungan tersebut adalah pencanangan Kampung Sidat di Desa Kaliwungu pada 2018. Di bawah naungan Koperasi Mina Sidat Bersatu, pengelolaan sidat di Cilacap dapat dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan. Bahkan, ada satu lokasi percontohan yang melakukan penangkapan, pembuatan pakan, budidaya, pengolahan, dan pemasaran sidat secara terintegrasi dan menjadi satu-satunya di Indonesia saat ini. (hms/abd)