KPU Jateng Tekankan Aturan Kampanye Terbuka

Ketua KPU Provinsi Jawa Tengah, Handi Tri Ujiono
Ketua KPU Provinsi Jawa Tengah, Handi Tri Ujiono. (LU'LUIL MAKNUN/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Kampamye terbuka atau kampanye akbar sudah dimulai sejak 21 Januari hingga 10 Februari mendatang. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Tengah menekankan adanya aturan massa yang mesti ditaati selama kampanye akbar atau rapat umum ini berlangsung.

“Dalam kampanye akbar, prinsipnya massa itu dibatasi sesuai dengan kapasitas tempat,” ungkap Ketua KPU Jateng, Handi Tri Ujiono saat ditemui di Hotel Patra usai nobar Debat Pilpres, belum lama ini.

Jika kampanye akbar atau rapat umum digelar di ruangan tertutup, lanjut Handi, maka diadakan pemberlakuan maksimal orang yang hadir. Sementara jika dilakukan di tempat terbuka, perihal massa yang hadir bagi Handi harus sesuai izin yang diperoleh dari pihak kepolisian.

Baca juga:  Wamendag Klaim Stok Bapok Melimpah Jelang Ramadan

“Misal kalau di ruangan itu di tingkat kabupaten maksimal 1.000 orang, di tingkat provinsi 2.000 orang, dan di tingkat nasional atau RI itu 3.000 orang. Di PKPU itu kan harus mematuhi yang lain seperti ketentuan lalu lintas tingkat umum, itu penegakkanya ada di kepolisian, Satpol PP. Secara umum KPU mengatur tentang teknis pemilu dan kampanyenya,” imbuhnya.

Tak hanya itu, Handi pun tak luput menyinggung penggunaan knalpot brong yang sudah dilarang oleh pihak kepolisian. KPU Jateng mengaku mendukung penuh atas peraturan tersebut.

“Terkait knalpot brong, kami mendukung penuh upaya dari kepolisian terhadap ketentuan undang-undang lalu lintas,”

Baca juga:  Sepekan Banjir, 2 Orang Kehilangan Nyawa dan Kerugian Capai 117 Miliar

Lebih lanjut, Handi menuturkan Provinsi Jawa Tengah termasuk ke dalam zona A dalam kampanye terbuka. Adapun pembagian kepada 18 parpol peserta Pemilu di setiap kabupaten/kota telah dilakukan secara adil menurut Handi.

“Kita secara hierarkis ikut KPU RI yang dibagi jadi tiga zona. Kita masuk zona A, yang kemudian secara umum bahwa presiden dan wakil presiden. Diikuti parpol pendukung dan pengusung di Jateng selama 21 hari itu dibagi secara adil,” bebernya.

Handi turut menyinggung bahwa pasangan calon (paslon) nomor urut 01, Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar tidak menyelenggarakan kampanye akbar atau rapat umum di Jateng pada Februari 2024 nanti. Pihaknya menyebut, Amin diberikan jadwal pada Jumat (9/2/2024).

Baca juga:  Udinus Ajak Siswa Jadi Penyiar 3 Bahasa

“Tanggal 8 itu diambil paslon nomor urut 02, tanggal 9 itu harusnya paslon 01 tetapi tidak diambil, dan tanggal 10 itu paslon 03. Itu jadi hal yang menarik,” ujarnya.

Kendati demikian, hal itu sepenuhnya menjadi hak peserta pemilu. Meskipun tak menyelenggarakan kampanye akbar di Jawa Tengah, Handi menduga partai politik (parpol) pengusul maupun pendukungnya tetap melakukan kampanye di tingkat kabupaten/kota sebagaimana yang telah dijadwalkan.

“Itu haknya peserta pemilu, bisa jadi mereka akan menyelenggarakan di tingkat kabupaten/kota. Bahwa pengaturan itu sudah diatur jadwalnya, mau diambil atau tidak itu kan jadi hak peserta ya,” tandasnya. (luk/adf)