Bawaslu Sleman Petakan Titik Rawan, Cegah Gesekan Antar Pendukung

Ketua Bawaslu Sleman Arjuna Al Ichsan Siregar
Ketua Bawaslu Sleman Arjuna Al Ichsan Siregar. (ADIT BAMBANG SETYAWAN/JOGLO JOGJA)

SLEMAN, Joglo Jogja – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Sleman telah melantik pengawas TPS, beberapa waktu lalu. Tambahan amunisi ini dilakukan untuk memperkuat pengawasan dalam pelaksanaan pemilu pada 14 Februari mendatang.

Ketua Bawaslu Sleman Arjuna Al Ichsan Siregar mengatakan, para petugas itu diharapkan akan bekerja sesuai dengan ketugasan yang dimiliki. Serta tetap menjaga integritas selama bertugas.

“Keberadaan petugas ini sangat membantu dalam proses pengawasan pemilu, khususnya pada saat proses pemilihan berlangsung. Setiap TPS ada satu pengawas yang bertugas,” terangnya.

Baca juga:  Dua Nama Lawas, Erwan dan Didik Perkuat Kursi Kepelatihan PSIM Yogyakarta

Adapun soal dugaan pelanggaran selama kampanye, pihaknya mengaku hingga sekarang sudah ada 130 kampanye yang diawasi. Namun dari jumlah itu, baru menangani satu kasus yang berkaitan dengan netralitas lurah dan pamong kalurahan.

Sedangkan, hasil penyelidikan sudah diserahkan ke pemkab untuk ditindak lanjuti menyangkut pelanggaran tersebut. “Untuk kasus lain belum ada. Memang ada yang berkonsultasi terkait dugaan pelanggaran, tapi hingga sekarang belum membuat laporan resmi,” ungkapnya.

Sementara itu, Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia Organisasi Pendidikan dan Pelatihan Bawaslu Sleman Ahmad Shidiq Wiratama menyampaikan, total pengawas TPS yang dilantik ada 3.457 orang. Meski fokusnya pengawasan di TPS saat pencoblosan, tetapi mereka diminta ikut mengawasi tahapan pemilu.

Baca juga:  Tim PKM RSH UMY Kritisi Kidfluencer

“Ketugasannya sejak dilantik hingga tujuh hari setelah masa pemungutan suara. Kami meminta mereka ikut mengidentifikasi dugaan pelanggaran kampanye di tempat bertugas, serta mengawasi proses pendistribusian logistik pemilu ke TPS. Jadi tidak hanya saat pencoblosan, tapi ada tahapan-tahapan yang harus diawasi untuk kesuksesan penyelenggaraan pemilu,” jelasnya.

Menurutnya, jumlah pengawas TPS sudah sesuai dengan kebutuhan. Meski begitu, tidak menampik bisa memenuhi kuota 3.457 TPS sempat ada perpanjangan dua kali, khususnya rekrutmen di Kapanewon Berbah.

Di masa perpanjangan kedua ini, syarat umur yang ditentukan juga lebih dipermudah. Lantaran warga yang berusia di atas 17 tahun bisa ikut mendaftar. “Sebelumnya batas usia yang ditetapkan 21 tahun, tapi saat masa perpanjangan diturunkan dan dampaknya signifikan karena TPS yang belum ada pengawasnya bisa terisi,” tutupnya.(bam/sam)