Jepara  

Cuaca Buruk, Wisatawan ke Karimunjawa Minim

BERSANDAR: Tampak seorang pemancing di depan salah kapal yang sedang tidak melayani trip di Pelabuhan Jepara, Selasa (23/1/24). (MUHAMMAD AGUNG PRAYOGA/JOGLO JATENG)

JEPARA, Joglo Jateng – Cuaca buruk yang mendera Kabupaten Jepara mengakibatkan minim okupansi wisatawan ke Karimunjawa. Pasalnya hujan deras, angin kencang, dan gelombang tinggi mengancam keselamatan pengunjung.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Jepara, Eko Udyyono memaparkan, terjadi penurunan okupansi pengunjung ke Karimunjawa. Meski hanya beberapa persen, namun imbas itu tetap terasa.

“Jika di hari biasa tembus 400 wisatawan di Karimunjawa, kini turun jauh. Selain bukan hari libur, juga demi keselamatan pengunjung dari ancaman gelombang tinggi,” papar Eko Udyyono kepada Joglo Jateng, Selasa (23/1/24).

Baca juga:  Musnahkan Jutaan Rokok Ilegal, Pemkab Jepara Ajak Produsen Daftarkan Produknya

Menurutnya, ini tidak akan berlangsung lama. Alasannya, musim baratan atau cuaca buruk berlangsung beberapa bulan saja. Yakni dari Desember sampai Februari. Memasuki Maret, destinasi wisata Karimunjawa diprediksi pulih kembali.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Edy Sujatmiko juga mengeluarkan imbauan kepada biro perjalanan dan wisata untuk tidak membuka paket liburan ke Karimunjawa. Dengan alasan cuaca buruk.

Imbauan ini, tertuang di surat bernomor 556/4969 dan bertanda tangan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Jepara, Edy Sujatmiko. Sedikitnya, terdapat tiga poin yang disampaikan dalam surat tersebut.

Baca juga:  Gaungkan Warisan Kartini, Pegiat Kartini Harap Kebaya Kartini Masuk Memori Kolektif Bangsa

Pertama, biro perjalanan dan wisata diminta membuat rencana yang matang dengan memperhatikan ketersediaan tiket kapal dan akomodasi selama di Karimunjawa. Kedua, biro perjalanan dan wisata Karimunjawa memperhatikan cuaca.

Sebab musim baratan berlangsung sepanjang bulan Desember sampai dengan Februari. Sehingga disarankan, untuk tidak melakukan rencana perjalanan wisata karena kondisi cuaca yang kurang baik dan dapat mengakibatkan wisatawan terdampar di Karimunjawa.

Ketiga, kepada segenap biro perjalanan Karimunjawa, disarankan (wisatawan) untuk tidak membawa makanan kemasan. Hal ini bisa mengakibatkan bertumpuknya sampah di Karimunjawa.

Baca juga:  Anggaran tak Kunjung Cair, Sejumlah Cabor di Jepara Mandek

“Dalam rangka menjaga kenyamanan dan keamanan berwisata di Karimunjawa Kabupaten Jepara Provinsi Jawa Tengah, diharapkan memperhatikan,” tulis Edy Sujatmiko. (map/fat)