IBI Bantul: Masih Banyak Bidan Belum Sejahtera

Ketua IBI Bantul Nur Allailiyah
Ketua IBI Bantul Nur Allailiyah. (JANIKA IRAWAN/JOGLO JOGJA)

BANTUL, Joglo Jogja – Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Bantul menyebutkan masih banyak bidan di Bantul belum sejahtera. Bahkan, pendapatannya masih di bawah dari upah minimum kabupaten (UMK).

Ketua IBI Bantul Nur Allailiyah menyampaikan, salah satu penyebab bidan belum sejahtera lantaran tidak ada pekerjaan yang tetap. Masih banyak yang bekerja di instansi swasta dan tidak punya kepastian, sehingga menyebabkan seringnya pindah tempat kerja.

“Padahal secara jumlah bidan di Bantul itu ada 852 orang. Sebenarnya kalau mereka bisa praktik sendiri Insyaallah sejahtera. Tapi sekarang ini yang buka praktik di Bantul hanya 131 bidan,” terangnya.

Baca juga:  PDIP Putuskan tidak Jadi Oposisi

Selain ketidakpastian, bidan yang kerja di instansi swasta juga mendapatkan insentif yang belum layak. Bahkan, dibandingkan dengan UMK, pendapatan bidan masih jauh lebih rendah.

“Artinya profesi bidan saat ini masih sangat memprihatinkan. Padahal mereka juga menghabiskan biaya kuliah yang tinggi,” ujarnya.

Pihaknya melanjutkan, paling tidak pendapatan bidan bisa sama dengan yang berposisi sebagai dokter. Hal itu dikarenakan secara pendidikan bidan juga tidak kalah dengan dokter. “Sehingga mereka juga tidak bisa langgeng dalam bekerja,” imbuhnya.

Menurutnya, kondisi ini mungkin disebabkan oleh tidak seimbangnya produksi tenaga dengan lapangan pekerjaan. “Makanya sekarang sudah ada pembatasan, paling tidak dengan itu kesempatannya lebih besar,” pungkasnya.(nik/sam)