Perayaan Imlek Dirancang dengan Konsep Sederhana

Ketua Rasa Dharma Semarang (Boen Hian Tong), Harjanto Halim
Ketua Rasa Dharma Semarang (Boen Hian Tong), Harjanto Halim. (FADILA INTAN QUDSTIA/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Ketua Rasa Dharma Semarang, Harjanto Halim menyebut, perayaan Imlek tahun 2024 di Kelurahan Kranggan, Kecamatan Semarang Tengah akan dirancang dengan konsep sederhana. Berbeda dari tahun sebelumnya, pihaknya akan menampilkan hal baru seperti adanya mural di wilayah Pecinan.

Selain itu, kata dia, Tugu di salah satu gang di Pecinan diberi gambar naga berwarna merah muda. Hal itu supaya menarik perhatian masyarakat kalangan milenial saat berkunjung ke daerah tersebut.

“Nantinya banyak tempat untuk foto-foto dan gapura yang di peteng akan di cat ulang. Begitu pula lampion-lampionnya juga akan diperbarui di Warung Semawis,” ucapnya saat ditemui Joglo Jateng, belum lama ini.

Baca juga:  Renovasi, Stadion Jatidiri Bakal Ditutup sampai Oktober 2024

Lebih lanjut, ia mengungkapkan, rangkaian acara perayaan akan disebarluaskan saat mendekati Hari Imlek. Diperkirakan, agenda ini dimulai pada awal Februari mendatang.

Harjanto mengatakan, pihaknya masih perlu menunggu koordinasi lebih lanjut dari Komunitas Pecinan Semarang untuk Pariwisata (Kopi Semawis) untuk merancang rangkaian acara Imlek. Hal ini lantaran, perayaan ini berdekatan dengan pemilihan umum (pemilu).

“Masih ada Tuk Panjang di tanggal 8 (Februari, Red). Mungkin ada keliling dengan Barongsai yang mana di Sam Poo Kong seringkali diadakan namun di Pecinan juga sering ada barongsai.  Tapi sekarang saya melihat gitu tidak apa-apa seremonial semacam itu yang penting bagaimana bisa lebih membuka diri,” jelasnya.

Baca juga:  Ratusan Sekolah Ikuti Arrois Language and Science Olympiad

Menurutnya, perayaan Imlek menjadi salah satu tradisi yang tidak wajib diadakan besar-besaran. Sama halnya dengan Lebaran, yang terpenting yakni mengkokohkan kebersamaan di dalam keluarga. (int/adf)